www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah 5 Januari 2026-Deru kendaraan kini melintas mulus di jalan penghubung Desa Banyuputih menuju Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.
Jalan yang dulu rusak dan bergelombang itu kini berubah wajah, membawa harapan baru bagi warga, pekerja, hingga pelaku usaha kecil di sekitarnya.
Peresmian jalan desa sepanjang hampir 4,5 kilometer itu dilakukan langsung oleh Bupati Batang, M Faiz Kurniawan.
Infrastruktur ini dibangun melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) dengan dukungan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum senilai Rp15 miliar.
Bagi warga, jalan ini bukan sekadar aspal baru.
Jalan tersebut menjadi urat nadi aktivitas sehari-hari, terutama bagi para pekerja yang menggantungkan hidupnya di kawasan industri Batang.
“Jadi ini adalah kegiatan Inpres Jalan Daerah. Anggarannya dari Kementerian PU dan dikerjakan oleh PU.
Alhamdulillah kita disupport hampir 4,5 kilometer dan ini menjadi jalur yang sangat substantif bagi kebutuhan masyarakat, khususnya karena menjadi akses menuju kawasan industri,” kata Bupati Batang, M Faiz Kurniawan,Senin (5/1/2026).
Menurut Faiz, keberadaan jalan yang lebih baik akan berdampak langsung pada peningkatan layanan transportasi bagi tenaga kerja.
Akses yang lancar diyakini dapat menghemat waktu tempuh, menekan biaya operasional, dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Dengan kualitas yang sangat bagus ini, layanan kita kepada tenaga kerja bisa menjadi lebih baik.
Harapannya ke depan, Kabupaten Batang bisa kembali mendapat lebih banyak dukungan Inpres, bukan hanya jalan, tapi juga irigasi dan infrastruktur lainnya,” tambahnya.
Dukungan tersebut turut ditegaskan oleh Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum, Oki Isnaini, yang hadir langsung dalam peresmian.
Sebagai putra asli Batang, Oki menilai pembangunan jalan ini merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah pusat terhadap kebutuhan masyarakat daerah.
“Inpres Jalan Daerah ini adalah perintah langsung dari Bapak Presiden untuk mensupport daerah.
Batang ini punya kebutuhan infrastruktur yang besar, terutama untuk mendukung swasembada pangan dan energi,” katanya.
Oki mengakui, keterbatasan anggaran membuat pembangunan belum bisa menjangkau seluruh ruas jalan yang rusak.
Namun, ia memastikan pemerintah pusat tetap membuka peluang dukungan lanjutan, tergantung skala prioritas yang diajukan pemerintah daerah.
“Yang tadinya jalannya rusak, sekarang sudah bagus. Kekurangannya mungkin memang harus lebih panjang lagi yang dibangun.
Tapi semua ada skala prioritas. Tidak hanya jalan, bisa irigasi, pengelolaan sampah, air bersih, hingga penanganan rob di Batang,” jelasnya.
Bagi warga sekitar, perubahan ini terasa nyata. Jalan yang dulu licin saat hujan dan berdebu saat kemarau, kini memberi rasa aman dan nyaman.
Tak sedikit pekerja pabrik dan pedagang kecil yang berharap pembangunan ini menjadi awal dari peningkatan kesejahteraan mereka.
“Kalau jalannya bagus, berangkat kerja lebih cepat, motor tidak cepat rusak,” ujar salah seorang warga yang setiap hari melintas di jalur tersebut.
Dengan diresmikannya jalan Banyuputih – Kedawung, pemerintah daerah berharap konektivitas antarwilayah semakin kuat, ekonomi warga bergerak lebih cepat, dan Batang terus berkembang sesuai slogannya, Batang Berkembang.
