Atap Ambrol, Siswa SDN 1 Plosorejo Blora Terpaksa Belajar Beralaskan Tikar di Aula Balai Desa

www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah 19 Januari 2026-Atap di ruang kelas 3 di SD Negeri 1 Plosorejo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, kondisinya ambrol.

Genteng pecah tampak berserakan di lantai ruang kelas tersebut. Sementara meja, kursi ditumpuk, dan sudah diselimuti dengan debu tipis.

Selain itu, ruang kelas 1 dan kelas 2, juga plafonnya juga sudah rusak.

Kondisi ketiga ruang kelas yang membahayakan itu, membuat aktivitas belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke Aula Balai Desa.

Pasalnya, ada satu ruang kelas lagi yang kondisinya membahayakan, namun saat ini masih difungsikan, yakni ruang kelas 6. Sebagian plafon ruang kelas sudah ambrol

Hal itu membuat siswa merasa waswas saat proses pembelajaran berlangsung.

“Ya takut, kalau atapnya tiba-tiba jatuh kena kepala,” kata Dimas, salah seorang siswa kelas 6 saat ditemui di sela-sela pembelajaran, Senin (19/1/2026).

Lebih lanjut, Dimas berharap ruang kelasnya itu segera diperbaiki.

“Harapannya agar segera diperbaiki,” ujarnya.

Sementara itu, pandangan tak biasa ada di Aula Balai Desa Plosorejo. Sejumlah anak-anak tengah mengikuti proses pembelajaran.

Dengan beralaskan tikar, para siswa itu tampak fokus mendengarkan guru yang tengah mengajar.

Tak ada kursi, atau meja. Saat menulis, para siswa itu harus berposisi seperti bersujud.

Di area Balai Desa, tampak sejumlah orang tua, tengah menunggu anak-anaknya yang sedang belajar.

Mereka merasa prihatin, anak-anaknya harus belajar dengan fasilitas yang ala kadarnya. Sebab, ruang kelasnya di SDN 1 Plosorejo, rusak parah.

“Prihatin mas, semoga cepat dibenerin sekolahnya, cepat dapat bantuan,” ujar Jartatik, salah seorang wali murid saat ditemui di sela-sela menunggui anaknya.

Jartatik menyampaikan proses belajar mengajar dipindah ke Aula Balai Desa, sejak sepekan yang lalu.

“Sudah semingguan ini dipindah ke Balaidesa, semoga Dinas Pendidikan cepat turun tangan, cepat diperbaiki sekolahannya. Biar anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 1 Plosorejo, Sugito, mengatakan ketiga ruang kelas sudah mulai rusak sejak 2023.

“Ini mulai rusak tahun 2023. Kemudian tahun 2024 sudah mulai runtuh atapnya ruangan ini, sudah bolong. Kemudian saat ini malah lebih parah lagi,” terangnya, sembari menunjukkan atap yang ambrol di ruang kelas 3.

Sugito, menyampaikan pembangunan sekolah terakhir kali dilakukan pada 2016. Adapun untuk penyebab ambrolnya atap tersebut, karena bangunan sudah tua dan kayu dimakan rayap.

“Penyebabnya dari rayap. Jadi usuk sama reng (penyangga atap) itu sudah dimakan rayap, terakhir dibangun tahun 2016. Tapi kelihatannya dulu hanya bagian atap dan lantai yang diperbaiki, dinding dan lain sebagainya itu masih bangunan lama,” terangnya.

Sugito menyebut ada beberapa ruang sekolah yang rusak. Selain tiga ruang kelas yang sudah tidak bisa digunakan, ada ruang lain yang kondisinya rusak, yakni ruang UKS.

“Ada empat ruang, Kelas 1, 2, dan 3 dan ruang UKS. Itu ruang yang tidak difungsikan. Di ruang kelas lain juga sudah mulai rusak seperti kelas 6, tapi masih kami fungsikan,” jelasnya.

Sementara itu, pihak sekolah menyebut telah mengajukan agar ruang kelas yang rusak tersebut bisa dapat bantuan untuk perbaikan.

“Tahun 2024 saya sudah mengajukan. Terus kemudian tahun 2025 saya perbaharui lagi pengajuannya, dan yang ketiga kemarin ada proyek revitalisasi, saya sudah juga mengajukan. Tapi semuanya belum ada tindakan apapun juga.”

“Kendalanya dari Dapodik. Jadi waktu itu dari pihak desa belum memasukkan ke SIPD. Ya jadi di sana ada kendalanya mau dicover tapi dari desa belum ada pengajuan lewat SIPD. Jadi agak tertunda,” terangnya.

Oleh karena itu, untuk sementara sebagian siswa yang ruang kelasnya rusak proses belajar mengajar dipindahkan ke Aula Balai Desa, dan Ruang PKK.

“Pindahnya mulai tahun semester ini, minggu kemarin,” ujarnya.

Pihaknya, menyampaikan dari Dinas Pendidikan Blora belum melakukan peninjauan dengan kondisi ruang kelas yang rusak tersebut.

“Kami berharap segera diperbaiki karena bagaimanapun juga ini adalah sarana yang harus diperbaiki agar anak-anak itu bisa belajar dengan nyaman,” jelasnya.

Adapun untuk jumlah siswa di SDN 1 Plosorejo, ada sekitar 123 peserta didik.

Sementara itu, Tribunjateng.com, sudah berupaya untuk menghubungi Dinas Pendidikan Blora, namun sampai berita ini ditulis, belum ada jawaban.