www.Seputar Usaha.com.ǁSurabaya,4 Februari 2026-Di balik kualitas garam yang digunakan dalam berbagai kebutuhan sehari-hari, terdapat rangkaian proses panjang yang menuntut konsistensi dan komitmen tinggi terhadap standar mutu. Hal tersebut menjadi prinsip utama yang dijalankan PT.Sumatraco Langgeng Makmur sebagai pelaku industri pengolahan garam nasional dalam memperkuat daya saing jangka panjang.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri garam dalam negeri, PT.Sumatraco Langgeng Makmur menempatkan penguatan bahan baku sebagai prioritas utama. Perusahaan secara aktif mengelola lahan produksi garam di sejumlah wilayah dengan potensi tinggi, antara lain seluas 300 hektare di Nusa Tenggara Timur (NTT), 200 hektare di Madura, serta 200 hektare di Nusa Tenggara Barat (NTB). Garam yang dihasilkan dari kawasan tersebut selanjutnya dikirim ke fasilitas pengolahan milik perusahaan di Surabaya untuk melalui tahapan produksi lanjutan dengan standar yang ketat.
Bagi ,PT.Sumatraco Langgeng Makmur, pengendalian mutu tidak hanya difokuskan pada produk akhir, melainkan dimulai sejak tahap awal produksi di tambak garam. Seluruh proses, mulai dari penentuan lokasi, pengelolaan lahan, hingga sistem distribusi bahan baku, dirancang secara terukur untuk memastikan stabilitas dan konsistensi kualitas garam yang dihasilkan.
Proses pengolahan dilakukan di pabrik PT.Sumatraco Langgeng Makmur yang berlokasi di Surabaya. Di fasilitas ini, perusahaan menerapkan sistem pengendalian mutu secara menyeluruh, mencakup tahapan penerimaan bahan baku, proses produksi, hingga pengemasan produk siap edar. Pemanfaatan teknologi modern serta penerapan prosedur kerja yang terstandarisasi menjadi bagian dari operasional sehari-hari guna menjaga kualitas produk.
Direktur Utama PT.Sumatraco Langgeng Makmur, Nurhadi Wiyono, menegaskan bahwa komitmen terhadap mutu merupakan strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun kepercayaan pasar. Menurutnya, kualitas tidak semata-mata ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen dan mitra usaha.
“Kami memandang kualitas sebagai fondasi utama dalam membangun hubungan yang berkelanjutan dengan konsumen dan mitra. Konsistensi mutu menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan tersebut,” ujar Nurhadi. Ia juga menambahkan bahwa dengan kualitas yang terjaga, produk garam dalam negeri memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Komitmen tersebut turut diperkuat oleh dukungan sumber daya manusia yang berpengalaman di bidang pengolahan garam. Seluruh proses produksi dijalankan dengan memperhatikan aspek efisiensi, kebersihan, keselamatan kerja, serta kepatuhan terhadap standar lingkungan yang berlaku.
Sementara itu, Mohammad Ishak selaku Purchasing PT.Sumatraco Langgeng Makmur menyampaikan bahwa seleksi bahan baku merupakan faktor krusial dalam menjaga konsistensi kualitas produk. Ia menekankan bahwa hanya garam dari lahan produksi yang dikelola sesuai standar perusahaan yang dapat masuk ke proses pengolahan.
“Kami melakukan seleksi bahan baku secara ketat agar proses produksi dapat berjalan optimal dan menghasilkan produk dengan mutu yang konsisten,” jelasnya.
Melalui pendekatan tersebut, PT.Sumatraco Langgeng Makmur optimistis dapat terus berperan dalam memperkuat industri garam nasional. Tidak hanya dari sisi peningkatan produksi, tetapi juga dalam membangun ekosistem industri garam yang berkualitas, berkelanjutan, dan memiliki daya saing tinggi.
