Psikolog Forensik Dilibatkan Ungkap Misteri Kematian Axsyal Rendy Saputra di Jepara

www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah, 7 Februari 2026-Pengungkapan kasus kematian Axsyal Rendy Saputra (24), pemuda asal Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, kini memasuki tahap baru.

Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah dengan luka sayatan di leher pada 30 November 2025 lalu.

Untuk memperdalam penyelidikan, tiga psikolog forensik yang tergabung dalam Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor) diterjunkan guna menggali keterangan dari sejumlah saksi terkait kondisi psikologis korban sebelum meninggal dunia.

Sebanyak 11 orang dihadirkan dalam proses penggalian informasi yang berlangsung di Balai Desa Tubanan.

Mereka berasal dari lingkungan terdekat korban, mulai dari anggota keluarga, teman dekat, hingga individu yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas keseharian Rendy.

Awalnya, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di rumah korban.

Namun, lokasi dipindahkan ke balai desa demi menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari potensi gangguan dari masyarakat sekitar.

Proses penggalian keterangan berlangsung cukup lama, lebih dari empat jam, pada Jumat (6/2/2026).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan baru selesai setelah waktu Maghrib.

Langkah ini ditempuh untuk memetakan kondisi kejiwaan korban secara menyeluruh.

Dengan pendekatan psikologi forensik, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai latar belakang dan kemungkinan penyebab kematian Rendy.

Keterlibatan tim psikolog dinilai penting karena hasil penyelidikan kepolisian sejauh ini belum menunjukkan kesimpulan yang tegas.

Sejumlah temuan masih bersifat abu-abu dan belum mengarah pada indikasi kuat keterlibatan pihak lain.

Dari hasil pemeriksaan sebelumnya, luka sayatan di pergelangan tangan kiri dan leher korban dinilai rapi dan hanya terdiri dari satu sayatan.

Selain itu, tidak ditemukan tanda lebam di tubuh korban.

Upaya pelacakan menggunakan anjing pelacak juga belum membuahkan hasil signifikan.

Korban diketahui mengalami beberapa luka, antara lain sayatan di pergelangan tangan kiri, luka akibat benda tajam di bagian dada, serta luka sayatan di leher.

Sementara itu, hasil tes DNA pada kuku korban terhadap sejumlah keluarga, warga sekitar, dan pihak yang dicurigai menunjukkan hasil negatif, tanpa kecocokan dengan DNA korban.

Kapolsek Kembang, Iptu Heru Setyawan, menyampaikan bahwa pelibatan psikolog bertujuan untuk memahami kondisi psikologis korban secara lebih mendalam.

Diharapkan, pendekatan ini dapat membantu membuka tabir misteri kematian Rendy yang hingga kini belum terungkap.

“Penggalian keterangan dilakukan face to face satu-satu. Hasilnya nanti semoga bisa membantu proses penyelidikan,” terangnya.