www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah, 19 Februari 2026-Polres Semarang meningkatkan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas berupa trek-trekan dan perang sarung selama Ramadhan.
Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana menyampaikan, ada kekhawatiran masyarakat terhadap aktivitas remaja di malam hari saat Ramadan. Ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Pasalnya, aksi yang terlihat seperti permainan sering kali disalahgunakan hingga berujung pada tindakan berbahaya.
“Ada kekhawatiran dari masyarakat bahwa musim libur ada trek-trekan, tawuran dibalut pakai sarung, tapi sebenarnya menggunakan senjata tajam atau senjata pemukul lainnya,” papar Bodia, Kamis (19/2/20026).
Sebagai langkah pencegahan, Polres Semarang mengoptimalkan patroli mulai dari tingkat paling bawah melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di wilayah binaan.
“Bu kapolres menekankan bhabinkamtibmas harus akrif dan harus jemput bola terhadap situasi masyarakat saat ini terutama sebulan ke depan karena banyak libur, lebih menyentuh masyarakat,” jelasnya.
Selain upaya preventif melalui patroli, pihaknya juga tengah melaksanakan Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) sejak 17 Februari hingga 5 Maret mendatang. Operasi ini menyasar premanisme, kepemilikan senjata tajam, kejahatan konvensional, prostitusi, narkoba, serta perjudian konvensional dan online.
Polres Semarang telah membentuk empat satuan tugas yang melakukan patroli dan penindakan setiap hari. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 17 kali penindakan telah dilakukan terhadap berbagai pelanggaran.
“Kami sudah melakaanakan 17 kali penindakan pelanggaran baik pungli, judi online, judi konvensional, termasuk tawuran,” sebutnya.
Polres Semarang mengimbau masyarakat, untuk turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta menghindari aktivitas malam yang berpotensi melanggar hukum.
“Kami tidak tidur, kami memburu siapapun yang berupaya merusak, menganggu, mengancam ketentraman maayarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy mengingatkan, keamanan bukan hanya tugas kepolisian semata, tetapi juga membutuhkan kedekatan emosional antara anggota dan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran anggota di tengah masyarakat bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga menjadi tempat masyarakat menyampaikan keresahan, harapan, hingga permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan mereka.
“Kami ingin anggota benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kedekatan ini penting agar setiap potensi gangguan kamtibmas bisa dideteksi lebih awal, apalagi menjelang dan selama bulan suci Ramadhan,” ungkapnya.
Polres Semarang menegaskan akan tetap bertindak tegas terhadap aktivitas yang berpotensi meresahkan masyarakat selama Ramadhan, seperti perang sarung, aksi kreak, hingga penggunaan petasan yang berbahaya.
“Kami mengedepankan pencegahan dan pembinaan. Namun jika ada kegiatan yang membahayakan masyarakat, tentu akan kami tindak tegas dan terukur sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.
Melalui langkah tersebut, pihaknya berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan rasa aman, nyaman, dan penuh ketenangan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antara polisi dan warga dalam menjaga lingkungan masing-masing.
