www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah, 5 Februari 2026-Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu pagi (4/2/2026).
Pemeriksaan tersebut dilakukan dalam kapasitasnya sebagai saksi.
Chandra menyampaikan bahwa dirinya diperiksa selama kurang lebih satu setengah jam, yakni sejak pukul 10.00 WIB hingga 11.30 WIB.
Pemeriksaan ini berkaitan dengan dugaan pemerasan dalam proses pengisian perangkat desa yang menjerat Bupati Pati nonaktif, Sudewo.
Ia menegaskan bahwa kehadirannya memenuhi panggilan penyidik merupakan bentuk kepatuhan terhadap hukum dan tanggung jawab sebagai warga negara.
“Semua yang dipanggil wajib datang. Saya sendiri juga tadi barusan dipanggil, saya juga datang.
Adapun pertanyaan-pertanyaan (penyidik), yang saya tahu ya saya bilang tahu, yang tidak tahu saya bilang tidak tahu,” ujarnya kepada awak media di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu sore.
Lebih lanjut, Chandra menjelaskan bahwa materi pemeriksaan berfokus pada sejauh mana pengetahuan perangkat daerah terhadap situasi yang berkembang dalam kasus tersebut.
Ia juga mengaku tidak mengetahui apabila ada keterkaitan perkara itu dengan dana desa.
Selama menjalani pemeriksaan, Chandra menyebut tidak bertemu dengan para camat yang dikabarkan juga dipanggil penyidik sejak sehari sebelumnya.
Ia hanya sempat bertemu dengan sejumlah staf dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades).
Chandra menegaskan kesiapannya untuk kembali memberikan keterangan tambahan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan oleh penyidik KPK.
Sementara itu, terkait kemungkinan menjenguk Sudewo yang telah ditetapkan sebagai tersangka, ia mengaku belum dapat melakukannya.
Selain karena akses komunikasi yang masih tertutup, Chandra menyatakan saat ini fokus perhatiannya masih tertuju pada penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati.
“Saya masih konsen masalah banjir karena tahu sendirilah kita, Pati ini termasuk risiko bencana nomor dua di Jawa Tengah,” jelas Chandra.
Ia menambahkan, meskipun beberapa akses jalan di desa-desa terdampak masih tergenang air, kondisi secara umum sudah membaik dan masyarakat mulai dapat beraktivitas secara normal.
