DPUPR Wonosobo: Jembatan Tlogodalem Dibangun Permanen Awal 2026

www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,12 Desember 2025-Pemkab Wonosobo memastikan perbaikan permanen jembatan di Dusun Ngadisari, Desa Tlogodalem, Kecamatan Kertek yang ambrol, dilaksanakan pada awal 2026.

Struktur jembatan penghubung Desa Tlogodalem dan Banjar tersebut ambrol pada Kamis (11/12/2025) sore dan memutus akses dua desa.

Kepala DPUPR Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto mengatakan, jembatan yang ambrol itu merupakan salah satu jembatan penting pada jalur penghubung antarwilayah.

“Jembatan yang ambrol adalah jembatan nomor 330705301 (Muncar) di ruas jalan Ngadikusuman- Tlogodalem, panjang 8,7 meter, lebar 4,2 meter,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).

Dia juga menegaskan bahwa usia struktur jembatan tersebut memang sudah cukup tua.

“Usia jembatan sudah di atas 15 tahun. Penanganan darurat sementara dengan membuat jembatan bambu bersama masyarakat,” kata Adin.

Adapun perbaikan permanen jembatan yang menjadi akses utama pelajar, pedagang, hingga petani ini akan dimulai awal tahun.

“Perbaikan permanen akan segera dilaksanakan di awal 2026,” tegasnya.

Sementara itu, di lokasi puluhan warga Dusun Ngadisari terlihat bekerja bakti memperbaiki jembatan untuk sementara waktu.

Sebagian menata bambu besar, sementara yang lain membelah dan menyisik permukaan bambu agar rata dan aman dipijak. Semua dilakukan dengan alat seadanya.

Kepala Dusun Ngadisari, Budiman menjelaskan bahwa kerusakan jembatan sebenarnya sudah muncul sejak lama.

“Sebetulnya sudah lama, sekira tiga tahun karena belum ada tindakan atau tanggapan akhirnya sampai ambrol,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemicu ambrolnya jembatan ini bukan sepenuhnya karena hujan.

“Ambrol kemarin sore kebetulan kondisi tidak hujan. Penyebabnya karena tanah di bawah sudah terkikis dalam, sering terkena banjir.”

“Karena setiap hari dilewati mobil, jadi nggak kuat, ambrol,” jelasnya.

Warga berharap pembangunan permanen jembatan akan segera dilakukan pemerintah agar mempermudah akses keseharian warga.

“Harapan masyarakat segera dibangun karena akses jalan utama, baik dari masyarakat, anak-anak sekolah, pedagang, petani,” tandasnya.