www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah, 9 Maret 2026-Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendatangi di pemerintahan Kabupaten Pekalongan untuk memberikan asistensi atau pendampingan kepada para pejabat di daerah tersebut.
Asistensi gubernur Jateng di daerah tersebut menyusul ditangkapnya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh KPK pada Selasa (3/3/2026) di Kota Semarang.
“Iya saya hari ini akan datang ke Pemkab Pekalongan untuk memberikan asistensi,” kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi kepada Tribun selepas rapat koordinasi Rapat koordinasi Menjaga Kondusifitas Wilayah Jawa Tengah menyambut Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026 di Gedung Grahadika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (9/3/2026).
Lutfhi enggan menyebut bentuk asistensi yang akan diberikan kepada para pejabat di Pemkab Pekalongan. Ia hanya menekankan, pelaksanaan asistensi mendesak untuk dilakukan.
“Jangan sampai ada kejadian ketiga kalinya (Kepala daerah di Jateng ditangkap KPK),” paparnya.
KPK dalam tahun 2026 telah mencocok dua Bupati di Jawa Tengah. Pertama, Bupati Pati Sudewo ditangkap KPK pada
Bupati Pati, Sudewo, ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin, 19 Januari 2026 di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sudewo ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa dan suap proyek pembangunan/pemeliharaan jalur kereta api, dengan barang bukti uang miliaran rupiah.
Bupati kedua yakni Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ditangkap KPK pada
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa dini hari, 3 Maret 2026.
Penangkapan dilakukan di wilayah Semarang, Jawa Tengah, terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan.
Melihat dua Bupatinya digiring KPK, Luthfi menekankan kejadian ini harus tang terakhir kalinya.
Ia meminta pula kepada para kepala daerah agar menciptakan birokasi yang bersih dan “good government”.
“Pemerintah daerah juga mengutamakan transparansi dan akuntabilitas publik agar tidak melanggar hukum.
Dan , jangan sekali-kali menyalahkan gunakan wewenang,” bebernya.
Tunjuk Sukirman
Gubernur Luthfi dalam kunjungannya ke Pekalongan juga hendak menyerahkan secara resmi tampuk kepemimpinan orang nomor satu di Kota santri kepada Sukirman.
Kader PKB tersebut sebelumnya merupakan wakil bupati Pekalongan.
“Iya sudah tunjuk, SK (Surat Keputusan) hari ini (diserahkan),” bebernya.
Sementara itu, Plt Bupati Pekalongan Sukirman mengatakan, masih menunggu secara resmi SK tersebut.
“Nanti tergantung nunggu Pak Gubernur,” kata Sukirman kepada Tribun di Semarang.
Ia juga membenarkan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi hendak berkunjung ke Pemkab Pekalongan.
“Ya kami akan melakukan konsolidasi,” bebernya.
Sukirman memastikan kasus yang menjerat eks Bupati Pekalongan Fadia Arafiq tidak menganggu jalannya roda pemerintahan.
“Penggeledahan KPK tidak menganggu pelayanan ke masyarakat yang tetap berjalan dengan baik” tambahnya.
