www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah, 10 Februari 2026-Jajaran Satreskrim Polres Jepara mendalami dugaan minuman beralkohol oplosan yang menyebabkan lima warga Jepara meninggal dan satu orang dirawat di rumah sakit.
Semua korban sebelumnya sama-sama menenggak minuman beralkohol yang diduga jenis oplosan yang sama rentang waktu, Sabtu (7/2/2025) malam hingga Minggu (8/2/2026) malam.
Lokasinya berada di sebuah kafe karaoke di dalam pemukiman penduduk Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara.
Dari enam korban yang dilaporkan, lima di antaranya meninggal dunia.
Korban asal Dukuh Demeling, Desa Suwawal Kecamatan Mlonggo 2 orang berinisial A dan K, dua korban berinisial NA dan S asal Suwawal Timur, dan satu korban berinisial DH asal Bulungan, Kecamatan Pakis Aji.
Sementara satu korban yang masih dirawat di rumah sakit berinisial E diduga sebagai penyaji minuman beralkohol yang juga ikut meminum.
Kapolres Jepara, AKBP Hadi Kristanto melalui Kasihumas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna saat dikonfirmasi mengatakan, jajaran Satreskrim Polres Jepara sudah diterjunkan melakukan penyelidikan terkait meninggalnya lima orang di Kecamatan Pakis Aji.
Jajaran kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sebuah tempat karaoke di Desa Suwawal Timur pada, Selasa (10/2/2026) siang.
Polisi sudah memasang garis polisi di lokasi kejadian yang diduga sebagai tempat korban sebelumnya minum minuman beralkohol.
Selain itu, polisi juga mencari sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, dan menggali keterangan dari pihak-pihak yang terkait.
“(Terkait dugaan minuman alkohol oplosan), masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Jepara,” terangnya.
Sejumlah saksi sudah dibawa ke Polres Jepara untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kronologi
Sebelumnya diberitakan insiden minuman keras beralkohol berujung kematian kembali terjadi di Kabupaten Jepara.
Sebuah kafe semi karaoke di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara menjadi saksi 6 orang korban dari minuman beralkohol oplosan.
Lima orang di antaranya dinyatakan meninggal usai menenggak minuman racikan beralkohol.
Sementara satu orang lainnya dilaporkan dibawa ke rumah sakit.
Lokasi kafe atau tempat karaoke dikonsep seperti tempat tongkrongan sederhana yang berlokasi di dalam perkampungan.
Tempat tersebut berlokasi di sebuah bangunan di belakang rumah warga.
Terdapat sebuah bangunan memanjang yang biasanya disebut sebagai tempat kafe atau karaoke. Di depannya disediakan tempat untuk nongkrong lengkap dengan meja dan kursi.
Tempat tersebut diperkirakan sudah beroperasi beberapa tahun terakhir. Sebagai tempat rekomendasi bagi kawula muda dan dewasa untuk nongkrong sembari minum-minuman beralkohol.
Meninggalnya lima orang bermula setelah minum minuman beralkohol oplosan racikan pada, Minggu (8/2/2026) siang.
Saat itu, disebut ada enam orang yang nongkrong di lokasi kejadian, satu orang yang bertugas sebagai peracik minuman oplosan.
Pada mulanya, tidak ada tanda-tanda ganghuam kesehatan atas reaksi korban setelah semuanya menjajal minuman oplosan.
Hingga pada, Minggu malam, satu orang warga Bulungan, Kecamatan Pakis Aji dilarikan ke rumah sakit dan meninggal dunia.
Kejadian berlanjut pada, Senin (9/2/2026) pagi hingga malam hari ketika tiga korban meninggal menyusul korban meninggal dari Bulungan. Sementara satu korban lagi meninggal pada Selasa (10/2/2026) pagi.
Selain lima korban meninggal, satu orang lagi dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Berdasarkan keterangan saksi kejadian yang tidak mau disebutkan namanya, tempat tersebut sudah cukup lama dijadikan sebagai tempat karaoke dan tongkrongan sembari minum-minuman beralkohol.
Pengelola tempat usaha menyediakan minuman berakohol yang dijual dengan model gelasan.
Pada mulanya, penjual atau penyedia minuman beralkohol meracik minuman racikan sebagai hidangan nongkrong.
“Tempat ini sudah lama sering ada yang minum (minuman beralkohol). Ya jualannya gelasan, jadi datang sekadar minum sesuai permintaan, lalu pulang,” ujarnya di lokasi kejadian.
Menurut saksi, dari korban yang meninggal dan dirawat semuanya meminum minuman beralkohol yang diracik korban berinisial E menjadi minuman oplosan pada Minggu siang.
Ada korban yang meninggal di rumah sakit, ada juga yang meninggal di rumah.
“Enam orang ini tidak satu kelompok, datang sendiri-sendiri, kebetulan bertemu di waktu bersama,” tuturnya.
Saat ini, kejadian tersebut masih dalam penanganan Satreskrim Polres Jepara.
Kapolres Jepara, AKBP Hadi Kristanto mengatakan bahwa kejadian tersebut masih dalam penyelidikan.
