www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah 28 Januari 2026-Cuaca ekstrem hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Jepara pada Januari 2026 mengakibatkan sejumlah rumah rusak.
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Jepara mencatat ada 54 rumah warga yang rusak terdampak bencana tersebar di 10 kecamatan.
Sebanyak 24 rumah berada di wilayah Jepara bagian Utara, dan 30 rumah berada di Jepara bagian Selatan.
Kepala Disperkim Jepara, Moh. Eko Udyyono menyampaikan, 24 rumah rusak yang berada di sisi Jepara bagian Utara ditangani dengan menggunakan bantuan CSR. Termasuk di antaranya bantuan dari Baznas Kabupaten Jepara.
Sementara 30 rumah rusak di wilayah Jepara bagian Selatan ditangani dengan anggaran belanja tak terduga (BTT) senilai Rp 119,5 juta.
Kata dia, masing-masing warga yang rumahnya rusak mendapatkan bantuan dengan nominal berbeda-beda, mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 20 juta.
Besaran bantuan disesuaikan berdasarkan assesment kebutuhan dan tingkat kerusakan di lapangan.
Bantuan diberikan dalam bentuk material bangunan yang diperlukan untuk memperbaiki kerusakan.
“Kita ada aturan Perbup untuk verifikasi dan validasi. Kondisi kerusakan ringan bantuan mulai dari Rp 1,5 juta, hingga Rp 15 juta. Yang rusak berat Rp 20 juta. Ini sudah (biaya) tukang batunya,” terangnya usai penyerahan bantuan mendampingi bupati dan wakil bupati di Desa Welahan, Kecamatan Welahan, Rabu (28/1/2026).
Moh. Eko menyadari nominal bantuan yang diberikan jauh dari kata ideal, hanya bersifat stimulan bagi korban bencana guna meringankan beban yang dialami.
Selanjutnya, berbagai bantuan dari pemerintah desa dan swadaya dari berbagai pihak diharapkan turut mengikuti bantuan stimulus dari pemerintah daerah.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo menuturkan, BTT dikucurkan bagi rumah-rumah yang rusak terdampak bencana.
Dari 54 rumah yang mengalami rusak dampak bencana, diberikan bantuan dengan nominal berbeda disesuaikan dengan nilai taksiran kerugian yang dialami masing-masing korban.
Dia berharap bantuan ini bisa meringankan beban korban, sekaligus menjadi modal awal untuk memperbaiki bagian rumah yang rusak.
Witiarso menjelaskan, bantuan RTLH bersumber dari dana BTT disalurkan secara bertahap sesuai hasil pendataan dan verifikasi lapangan.
Tahap awal penyaluran bantuan diberikan kepada 24 penerima di Jepara bagian Selatan.
Meliputi, 2 rumah di Kecamatan Welahan, 9 rumah di Kecamatan Nalumsari, 6 rumah di Kecamatan Kedung, dan 7 rumah di Kecamatan Batealit.
Sementara penyaluran bantuan di enam rumah sisanya di Jepara bagian Selatan disalurkan setelahnya.
Penerima bantuan asal Ketilengsingolelo Kecamatan Welahan, Ngatemi bersyukur masih selamat dari peristiwa robohnya dapur rumah dia.
Dengan bantuan yang diberikan pemerintah daerah dan sumber bantuan lainnya, segera digunakan untuk memperbaiki dapurnya yang rusak.
“Yang penting bersyukur Alhamdulillah selamat dari ancaman bencana,” ujarnya.
