www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah, 20 Februari 2026-Insiden ledakan petasan terjadi di wilayah Pandansari, Kelurahan Kretek, Kecamatan Kretek, Kabupaten Wonosobo, Kamis (19/2/2026) malam.
Seorang remaja berinisial FR (13) mengalami luka bakar setelah petasan yang sedang dibuatnya meledak.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, kondisi tempat sudah dalam keadaan bersih.
Namun, masih terlihat sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan akibat ledakan.
Tampak jendela yang kacanya sudah pecah hingga menyisakan rangka tanpa kaca, serta bagian atap yang tampak rusak.
Di area sekitar tempat kejadian perkara juga telah terpasang garis polisi sebagai tanda proses penanganan oleh petugas masih berlangsung.
Kapolsek Kertek, AKP Sutono, menjelaskan kejadian terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.
Diketahui korban bersama satu temannya sedang membuat petasan menggunakan peralatan mesin gerinda pemotong besi.
“Korban bersama temannya membawa bahan petasan di dalam warung mie ayam dengan berbahan gulungan kertas dan memakai alat tang, mesin gerinda pemotong besi,” kata Sutono saat ditemui di kantor Polsek Kertek, Jumat (20/2/2026).
Percikan api dari mesin gerinda diduga memicu bahan peledak hingga terjadi ledakan.
Akibatnya, korban mengalami luka bakar pada bagian tangan, dagu, dan paha.
Korban kemudian dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo untuk mendapatkan perawatan medis.
Polisi mengungkap bahan baku petasan tidak dibeli dalam bentuk jadi.
Bahan baku petasan diracik sendiri oleh korban setelah membeli bubuk mercon dari wilayah Dusun Siono, Desa Bojasari, Kecamatan Kertek.
“Ya, betul. Jadi membeli bahan, terus kemudian diracik sendiri,” ujar AKP Sutono.
Menurut keterangan polisi, petasan tersebut tidak untuk diperjualbelikan, melainkan hanya akan digunakan sendiri oleh korban.
“Tidak dijual untuk diri sendiri mau dinyalakan,” tambahnya.
Ledakan juga menyebabkan kerusakan ringan di lokasi kejadian, terutama pada bagian jendela warung yang pecah.
Barang bukti terkait peristiwa tersebut telah diamankan di Polres Wonosobo untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Polisi mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua dan remaja, agar tidak membeli maupun menyalakan petasan karena berisiko membahayakan keselamatan.
“Imbauan dari saya sebagai Kapolsek Kertek untuk hindari petasan tersebut,” kata Sutono.
Ia menegaskan penggunaan petasan, baik siang maupun malam hari, berpotensi menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan, terutama jika dirakit secara mandiri tanpa pengetahuan yang memadai.
