Sekolah Rakyat di Pakisaji Jepara Jadi Harapan Baru Anak Tak Sekolah

www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah 25 Desember 2025-Bagi ratusan anak yang selama ini terputus dari bangku sekolah, secercah harapan mulai terlihat.

Pemerintah Kabupaten Jepara merencanakan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kecamatan Pakisaji sebagai ruang belajar baru bagi anak-anak dari keluarga rentan, anak tidak sekolah (ATS), hingga penyandang disabilitas.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru, dengan pembangunan fisik yang direncanakan rampung pada Agustus tahun depan.

“Rencananya di bulan delapan tahun depan, Sekolah Rakyat sudah bisa berdiri di Kecamatan Pakisaji. Sehingga kami bisa mulai di tahun ajaran baru di Pakisaji,” kata Witiarso , Kamis (25/12/2025).

Sekolah ini dirancang untuk menampung sekitar 1.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Rinciannya, 600 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) serta 400 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.

Yang membedakan Sekolah Rakyat dengan sekolah formal pada umumnya adalah sasaran pesertanya.

Program ini secara khusus menyasar anak-anak yang selama ini tercecer dari sistem pendidikan.

“Anak tidak sekolah bisa masuk semua di situ. Ini memang menjadi program prioritas, selain untuk keluarga desil 1 dan desil 2,” jelasnya.

Tak hanya ATS, Sekolah Rakyat juga dibuka bagi anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas, sehingga menjadi ruang inklusif bagi kelompok yang selama ini paling sulit mengakses pendidikan.

Dari sisi pembangunan, konstruksi Sekolah Rakyat telah mulai berjalan tahun ini dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar delapan bulan.

Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran yang tidak kecil untuk proyek ini.

“Anggaran kurang lebih Rp200 miliar,” ujar Witiarso.

Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Jepara juga melakukan penataan lokasi.

Aktivitas yang selama ini berada di Kecamatan Pecangaan akan dipindahkan ke Pakisaji, sementara fasilitas di Pecangaan akan dikembalikan fungsinya sebagai Balai Latihan Kerja (BLK).

Langkah ini dinilai sebagai upaya menghadirkan solusi jangka panjang, tidak hanya mengembalikan anak-anak ke ruang kelas, tetapi juga menyiapkan masa depan mereka agar tidak tertinggal.

Bagi anak-anak yang selama ini berada di luar sistem pendidikan, Sekolah Rakyat bukan sekadar bangunan baru.

Ia menjadi simbol kesempatan kedua tempat di mana mimpi untuk kembali belajar bisa dimulai tanpa sekat ekonomi, kondisi fisik, maupun latar belakang sosial.