Sensasi Melintasi Jalan Kaliwungu Kendal: Lebih Lebar dan Mulus Usai Diperbaiki

www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,16 Desember 2025-Yuda tak perlu lagi menggunakan jalan lingkar Kaliwungu Kabupaten Kendal untuk menuju ke Kota Semarang, maupun sebaliknya jika kembali ke Kendal.

Dengan motor bututnya, Yuda kini bisa menikmati perjalanan lebih cepat melalui jalur di Kaliwungu yang kini selesai diperbaiki.

Jalur itu sebelumnya dilakukan pengecoran sejak Oktober dan ditargetkan rampung sebelum pergantian tahun.

Adapun total nilai proyek pengecoran jalan itu mencapai Rp 23 M dari alokasi APBN, dengan metode pengecoran dilakukan menggunakan rigid pavement dengan ketebalan 30 cm.

Selain pengecoran juga dilakukan pelebaran ruas jalan dari yang semula 7 meter menjadi 10 meter.

Namun di pertengahan bulan ini, jalur tersebut telah dibuka 2 arah, dan sudah bisa dilalui motor maupun mobil hingga truk besar dengan lancar.

“Kemarin-kemarin pas waktu lagi perbaikan ya lewatnya jalan lingkar sana, lebih lama sedikit. Kalau langsung masuk Kaliwungu kan lebih cepet,” katanya, Selasa (16/12/2025).

Yuda pun merasakan sensasi berkendara dengan jalan yang lebih mulus, luas dan cepat.

Meskipun masih terdapat pengerjaan marka jalan, namun tak begitu menghambat perjalanannya.

“Di sebelah barat pasar pagi Kaliwungu itu tadi ada pengerjaan marka jalan, tapi masih lancar jalannya. Paling macet kalau ada kereta yang lewat,” sambungnya.

Warga setempat, Imam mengatakan perbaikan jalan sepanjang 2,37 kilometer itu selesai sejak Jumat (12/12/2025). Di hari itu pula, jalur dari barat atau Kendal sudah dibuka sepenuhnya.

“Belum ada seminggu, kayaknya baru Jumat kemarin sudah dibuka yang dari barat dekat Pantura pos polisi Pantes itu,” tuturnya.

Dia mengatakan, saat ini jalur Kaliwungu lebih lebar dan mulus saat dilalui. Namun, dia meminta Pemkab Kendal untuk memperbaiki saluran air di sisi selatan jalan yang mampet.

“Ini kan jalannya sudah ditinggikan juga. Jadi kalau salurannya tidak ikut diperbaiki takutnya air masuk ke rumah kalau hujan,” imbuhnya.

Imam menuturkan, dirinya terpaksa membuat saluran air menggunakan dompet pribadi.

Jika hal itu tak dilakukan, genangan air akan muncul di depan rumahnya dan menganggu kenyamanan.

“Ini ada beberapa ada titik yang istilahnya itu ngecembeng ada yang mampet. Jadi ini saya akhirnya buat saluran air sendiri,” tandasnya. (