www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah 20 Desember 2025-Tiga santri yang masih berusia di bawah umur ditetapkan sebagai pelaku penganiayaan terhadap MMA (12).
Korban yang berasal dari Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, itu meninggal dunia setelah dianiaya.
korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh, termasuk dada, kepala, perut, kaki, dan tangan.
Polisi masih mendalami apakah penganiayaan yang menewaskan santri Ponpes di Wonogiri, telah direncanakan sebelumnya atau terjadi secara spontan.
Selain itu, penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya praktik senioritas yang menjadi budaya di lingkungan pondok pesantren tersebut.
“Masih didalami apakah penganiayaan sudah direncanakan atau tidak.
Termasuk kita dalami apakah ada indikasi senioritas atau hal itu menjadi budaya disana,” kata Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sedewo, Jumat (19/12/2025).
Dalam kasus ini, Polres Wonogiri telah menetapkan tiga santri sebagai pelaku penganiayaan terhadap korban MMA (12), santri asal Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, yang meninggal dunia setelah dianiaya.
Hingga Jumat (19/12/2025) malam, polisi telah memeriksa total 10 orang saksi.
Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sedewo, menyebut dari hasil pemeriksaan tersebut, tiga anak ditetapkan sebagai pelaku.
“Di bawah umur semua. Inisialnya adalah AG (14), AL (14) dan NS (10),” katanya.
Ketiga pelaku dijerat dengan sejumlah pasal terkait kekerasan terhadap anak yang menyebabkan kematian.
“Peran ketiga anak tersebut memukul dan menendang korban. Status anak sebagai pelaku,” imbuhnya.
Menurut penyelidikan sementara, peristiwa penganiayaan terjadi di salah satu kamar ponpes pada Sabtu (13/12/2025) menjelang waktu maghrib.
Dari keterangan pelaku, pemicu kejadian karena korban enggan mandi dan mencuci bajunya sendiri.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh, termasuk dada, kepala, perut, kaki, dan tangan.
Berdasarkan pengakuan pelaku, tindakan dilakukan menggunakan tangan kosong.
Saat proses ekshumasi pada Jumat siang, polisi juga menemukan bekas coretan bolpoin dan tipe-x di wajah korban.
Hingga kini, penyidikan masih berlanjut dengan memeriksa pihak-pihak terkait dari ponpes.
“Masih kita dalami. (Potensi pelaku bertambah?) Itu nanti tergantung hasil pemeriksaan. Apa ada penambahan pelaku atau tidak,” pungkasnya.
