www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,5 April 2026-Insiden motor terbakar di area SPBU Sriwijaya, Semarang, yang viral di media sosial berbuntut pada beragam penilaian publik terhadap respons petugas di lapangan.
Area Manager Communications, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan hasil penelusuran internal menunjukkan operator telah menjalankan standar operasional saat kejadian berlangsung.
“Tidak ada, yang dilakukan sudah sesuai prosedur,” ujarnya melalui pesan singkat, Minggu (5/4/2026).
Pihaknya menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penelusuran internal dan rekaman CCTV, petugas SPBU telah menjalankan langkah-langkah penanganan sesuai standar operasional.
Ia menjelaskan, dalam situasi darurat di area SPBU, operator memiliki prioritas utama untuk memastikan keamanan di titik kerja masing-masing sebelum memberikan bantuan ke lokasi lain.
Menurutnya, saat insiden terjadi, operator sempat terhalang pandangan oleh kendaraan lain yang sedang dilayani.
Setelah mengetahui adanya kejadian, petugas terlebih dahulu mengamankan proses pengisian BBM di dispenser agar tidak menimbulkan risiko tambahan seperti tumpahan bahan bakar.
“Setelah area kerja dinyatakan aman, operator kemudian mengambil APAR dan menuju lokasi untuk membantu memadamkan api,” jelasnya.
Taufiq juga menanggapi narasi yang berkembang di media sosial yang menyebut petugas lambat atau enggan membantu.
Ia menegaskan bahwa dalam kondisi tersebut, petugas tetap mengedepankan aspek keselamatan secara menyeluruh.
“Bukan berarti lambat, tetapi ada tahapan prosedur yang harus dijalankan untuk mencegah risiko yang lebih besar,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa dalam setiap kejadian darurat, prinsip yang dipegang oleh petugas di lapangan adalah kemanusiaan.
Pertamina, kata dia, tidak pernah mempermasalahkan penggunaan fasilitas seperti alat pemadam api ringan (APAR) untuk membantu masyarakat.
“Dalam kondisi seperti itu, bukan lagi soal operasional atau biaya, tetapi kemanusiaan.
Kami juga tidak pernah meminta ganti rugi atas penggunaan fasilitas untuk penanganan darurat,” ujarnya.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kendaraan sebelum melakukan pengisian bahan bakar, terutama terkait sistem kelistrikan yang berpotensi menimbulkan percikan api.
“Ini menjadi pengingat bahwa kejadian seperti ini bisa terjadi kapan saja.
Penting untuk memastikan kendaraan dalam kondisi aman sebelum digunakan,” pungkasnya.
