www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah, 29 Maret 2026-Warga berharap ada jembatan darurat selama perbaikan Jembatan Karanganyar Kabupaten Kebumen yang berada di Jalan Nasional.
Akses tersebut merupakan penghubung dari Kecamatan Kebumen ke Kecamatan Gombong. Selain itu juga merupakan akses penghubung dengan kabupaten tetangga Banyumas. Dengan adanya perbaikan jembatan yang dimulai pada Jumat (10/4/2026), arus lalu lintas akan ditutup total sehingga kendaraan dialihkan ke jalur alternatif.
Kendaraan besar baik itu truk muatan bus dari arah Kebumen menuju Gombong dialihkan melewati Guyangan-Petahanan-Puring/Buayan-Sangkal Putung Gombong. Begitu juga kendaraan dari arah sebaliknya.
Sopir angkutan, Totok (60) tidak mempermasalahkan dengan adanya perbaikan jembatan demi kelancaran arus lalu lintas. Akan tetapi dia berharap ada jembatan darurat untuk memudahkan penumpang dari arah Kebumen ke Gombong.
“Kalau bisa dikasih jalan darurat, jadi biar nggak repot,” katanya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (29/3/2026).
Senada warga Karanganyar, Agus Yudianto (kelahiran 72) mengungkapkan, memang jalan di jembatan itu sering rusak beberapa waktu lalu. Adanya perbaikan jembatan diharapkan nantinya arus lalu lintas dapat berjalan lancar.
Adanya perbaikan selama satu bulan mungkin akan berdampak juga terhadap perekonomian karena lokasi jembatan tidak jauh dari Pasar Karanganyar.
“Kalau dibuat jembatan darurat akan lebih bagus,” ungkapnya.
Apabila jalan ditutup total memang masih ada jalan alternatif melewati jalan desa atau kabupaten di sisi utara atau selatan meskipun harus memutar.
Kabid Bina Marga DPUPR Kebumen, Kurnia Hadi mengatakan, perbaikan jalan akan dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional. Perbaikan meliputi plat jembatan saja tidak sampai struktur jembatan.
“Cuma platnya yang diganti, karena memang platnya itu kalau tidak salah tahun 86. Konstruksinya sekarang sudah tidak mampu menahan beban kendaraan yang ada. Cuma metodenya karena itu dibongkar total berarti semua lalu lintas Karanganyar-Gombong dialihkan,” jelasnya.
Sosialisasi terkait rencana perbaikan jembatan sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Akan tetapi, terang Kurnia, belum ada rencana pembuatan jembatan darurat saat sosialisasi.
“Saat disosialisasi itu banyak usulan supaya angkutan lokal antara Karanganyar-Gombong tetap diminta ada jembatan darurat. Sehingga kebutuhan-kebutuhan lokal terakomodir,” ungkapnya.
Pihaknya lewat Bupati Kebumen, Lilis Nuryani telah bersurat ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional supaya bisa dibangun jembatan darurat.
“Usul untuk bisa mengakomodir jembatan darurat,” pungkasnya.
Di sisi lain pihaknya bersama pihak balai kini juga tengah mematangkan kesiapan jalur alternatif serta sarana dan prasarana bagi kendaraan dengan adanya penutupan akses yang melewati jembatan tersebut.
