www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah, 15 Maret 2026-Pemerintah Kabupaten Kudus telah menyusun desain pembangunan Pasar Anyar yang rencananya akan dibangun di sebelah Pasar Baru di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota Kudus.
Desain tersebut nantinya akan diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai eksekutor pembangunan pasar.
“Kami DED (Detail Engineering Design) sudah jadi.
Anggaran yang kami ajukan yaitu sebesar Rp 50 miliar,” kata Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Minggu (15/3/2026).
Sam’ani mengatakan, nantinya Pasar Anyar akan menjadi tempat berjualan bagi pedagang Pasar Bitingan yang berjualan di dalam pasar.
Pasar Anyar memang dibangun dan disediakan sebagai tempat baru bagi pedagang Pasar Bitingan.
Lokasinya yang bersebelahan dengan Pasar Baru menjadikan lokasi ini wilayah pusat perdagangan di Kabupaten Kudus.
Lahan yang disediakan yaitu antara 3 sampai 4 hektare.
“Untuk rencana Pasar Anyar nanti akan dibuat satu lantai, biar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Biar sama rata semuanya,” kata dia.
Rencana pembangunan pasar ini sudah pihaknya sampaikan ke Menteri Perdagangan.
Termasuk dalam penyampaian usulan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus juga menyodorkan usulan ongkos pembangunan mencapai Rp 50 miliar.
Untuk itu, kata Sam’ani, pihaknya akan terus mengawal usulan tersebut agar rencana pembangunan Pasar Anyar bisa segera terealisasi.
“Paling nanti pembangunan di 2027, karena dari (Kementerian) PU akan mendesain lagi DES dari kami untuk disempurnakan,” katanya.
Sementara Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, terkait rencana pembangunan pasar tersebut pihaknya sudah menerima usulan secara langsung dari Bupati Kudus saat bertandang ke Jakarta.
Menurut dia, pembangunan pasar jika membutuhkan anggaran besar, maka biayanya atau anggarannya ada di Kementerian PU.
“Tapi nanti rekomendasi pembangunannya dari kami.
Kami ini sudah siapkan rekomendasinya,” kata Budi.
Kecuali kalau memang yang dibutuhkan yaitu revitalisasi pasar, dengan anggaran yang lebih rendah misalnya di bawah Rp 12 miliar maka bisa langsung dikerjakan revitalisasinya oleh Kementerian Perdagangan.
“Kami sedang mengajukan anggarannya, kalau memang anggarannya ada kami prioritaskan untuk Kudus,” kata Budi.
