Bupati Tika Tak Bosan Sosialisasi Penanganan Sampah ke Desa: Kendal Sudah Overload

www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,23 Mei 2026-Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari tak pernah bosan untuk melakukan sosialisasi penanganan sampah ke desa-desa.

Sosialisasi itu dilakukan dalam setiap agenda Bersatu Siaga, atau bersih desa serap aspirasi warga. Kali ini sosialisasi menyasar warga Desa Puguh Kecamatan Boja Kabupaten Kendal, Jumat (22/5/2026).

Bupati yang akrab disapa Tika mengatakan, saat ini Kabupaten Kendal tengah menghadapi persoalan serius terkait pengelolaan sampah yang mengalami overload di TPA Darupono.

Pihaknya pun mendorong masyarakat untuk mulai membangun kesadaran menjaga lingkungan dari lingkup keluarga masing-masing.

“Sekarang, Kendal sedang berjuang menghadapi tantangan besar yaitu persoalan sampah. Tapi saya yakin, warga Puguh bisa jadi contoh bagaimana masalah ini bisa diselesaikan bersama,” kata Tika dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).

Tika menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kendal telah menyelesaikan penandatanganan bersama Danantara dalam mengatasi persoalan sampah yang kian overload di TPA Darupono Kendal.

Dalam penandatanganan itu, disepakati adanya sistem pengelolaan sampah bersama menjadi energi listrik yang akan dipusatkan di TPA Jatibarang Kota Semarang.

Menurutnya, kerjasama ini melibatkan Kota Semarang dan Kendal sebagai wilayah aglomerasi penanganan sampah di Jawa Tengah.

“Pemerintah pusat menargetkan proyek itu mulai memasuki tahap groundbreaking pada Juni 2026,” sambungnya.

Tika menambahkan, pembangunan fasilitas proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) ditargetkan selesai pada 2027, dan akan beroperasi mulai 2028.

Nantinya, Pemkab Kendal akan mengirimkan 100 ton sampah per hari ke TPA Jatibarang.

Bagi Tika ini merupakan sebuah kabar baik sebagai salah satu opsi untuk mengatasi masalah sampah di Kendal. Tapi dia sadar, proyek ini masih akan dimulai 2 tahun lagi.

Dengan kondisi TPA Darupono yang sudah overload, pihaknya juga akan mencari solusi alternatif sembari menunggu realisasi program PSEL tersebut.

“Itu kira-kira baru mencakup sekitar 25 persen dari total produksi sampah harian yang ada di Kendal,” ungkapnya.

Tika mulai melirik teknologi pirolisis, sebuah teknik penguraian sampah organik / anorganik dengan cara dipanaskan suhu tinggi sekitar 400-700 derajat celcius tanpa udara.

Cara itu kini tengah menjadi alternatif menyelesaikan persoalan sampah yang akan diterapkan di Desa Margorejo Kecamatan Cepiring Kendal.

Saat ini proses penjajakan kerjasama dari pihak desa dengan pemberi CSR itu sedang berproses.

Seandainya berhasil, Tika menambahkan pihaknya akan ikut mengembangkan cara tersebut.

“Di sana ada bantuan CSR terkait teknologi pirolisis di Desa Margorejo. Kalau nanti berhasil, kami juga akan mengembangkannya melalui APBD,” paparnya.

Ia pun, meminta warga tak menormalisasikan membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air yang dapat memicu banjir dan pencemaran lingkungan.

Dia juga mengajak warga untuk mengelola dan memilah sampah organik dan non organik mulai dari rumah. Sehingga diharapkan bisa mengurangi pasokan sampah yang dibuang ke TPA Darupono.

“Mari bersama-sama menjaga lingkungan kita, dan mari kita pilah sampahnya mulai dari rumah,” sambungnya.

Kepala Desa Puguh, Ngamidjo menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kendal yang terus memberikan perhatian terhadap masyarakat Desa Puguh, termasuk mengajak peduli terhadap lingkungan sekitar.

Dia berharap, program bersatu siaga ini akan mempererat kolaborasi pemerintah daerah dengan warga di tiap desa untuk mengatasi persoalan sampah.

“Tidak hanya persoalan sampah saja, melainkan persoalan lain termasuk infrastruktur dan lain sebagainya,”

“Sehingga aspirasi dari warga desa ini bisa terserap langsung.” tandasnya.