Bulan Dana PMI Batang 2026 Target Rp1,77 Miliar, Suyono Yakin Tembus 100 Persen

www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,23 Agustus 2026-Bulan Dana PMI Kabupaten Batang 2026 resmi dimulai. PMI kembali memasang target penghimpunan dana Rp1.776.143.000, dengan harapan realisasinya bisa menembus lebih dari 100 persen.

Penggalangan dana masyarakat tersebut berlangsung selama tiga bulan, mulai 21 Agustus hingga 21 November 2026.

Komandan Kodim 0736/Batang, Letkol Inf. Didik Sudarmawan dipercaya sebagai Ketua Umum Panitia Bulan Dana PMI Batang 2026.

Wakil Bupati Batang, Suyono mengatakan, target tahun ini memang masih sama dengan tahun sebelumnya.

Namun, dia optimistis capaian 2026 dapat lebih tinggi.

“Dengan kebersamaan, sinergi, dan dukungan penuh dari semua pihak, saya memiliki keyakinan yang kuat bahwa perolehan Bulan Dana PMI tahun 2026 ini dapat melampaui capaian tahun lalu,” kata Suyono, Minggu (23/8/2026).

Menurut Suyono, peningkatan perolehan dana akan berpengaruh terhadap kemampuan PMI dalam menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan.

“Sehingga, PMI nantinya dapat lebih maksimal dalam membantu pemerintah melayani masyarakat,” ujarnya.

Suyono turut menyoroti tata kelola keuangan PMI Batang. Dia memberikan apresiasi terhadap transparansi pengelolaan dana organisasi tersebut.

“Kami memberikan apresiasi tinggi atas transparansi tata kelola keuangan PMI Kabupaten Batang,” ucap Suyono.

Menurutnya, PMI Batang secara konsisten mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik.

“Ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan PMI dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Pada 2025, Bulan Dana PMI Batang berhasil menghimpun Rp1.703.081.754. Jumlah tersebut mencapai sekira 97 persen dari target Rp1.776.143.000.

Tahun ini, target kembali dipatok pada angka yang sama.

Ketua PMI Kabupaten Batang, Achmad Taufiq mengatakan, pihaknya tidak menaikkan target karena ingin terlebih dahulu mendorong realisasi melewati target yang telah ditentukan.

“Target pengumpulan dana tahun ini ditetapkan sama dengan target tahun lalu, yakni Rp1.776.143.000.”

“Harapannya realisasinya dapat menembus lebih dari 100 persen,” kata Taufiq.

Achmad menegaskan, dana yang dihimpun melalui Bulan Dana PMI bukan sekadar pengumpulan sumbangan, tetapi akan digunakan untuk mendukung berbagai pelayanan kemanusiaan.

“Seluruh hasil penggalangan dana ini akan dikembalikan sepenuhnya kepada masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan,” tegasnya.

Salah satu kebutuhan yang mendapat perhatian besar tahun ini adalah penanganan bencana.

PMI bahkan menyiapkan anggaran perubahan sebesar Rp472,5 juta menyusul meningkatnya kejadian bencana di Batang pada pertengahan tahun.

“Bantuan bencana alam untuk penanganan kebencanaan seperti tanah longsor, angin puting beliung, dan kebakaranPMI mengalokasikan anggaran perubahan sebesar Rp472,5 juta akibat lonjakan kejadian bencana di pertengahan tahun,” jelasnya.

Selain respons bencana, dana PMI juga diarahkan untuk membantu warga melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni atau RTLH.

“Program RTLH ini untuk pengentasan kemiskinan melalui rehabilitasi rumah unfit atau warga rentan sosial,” ujarnya.

30 rumah ditargetkan mendapat bantuan. Skemanya, dua rumah di setiap kecamatan dengan bantuan Rp17,5 juta untuk setiap unit.

Di bidang kesehatan dan sosial, PMI menyiapkan dana untuk berbagai kebutuhan masyarakat rentan.

“Pelayanan kesehatan dan sosial meliputi bantuan untuk lansia dan penyandang disabilitas, termasuk operasional pertolongan pertama, pengantaran pasien rentan sosial, serta penanganan korban kecelakaan,” tuturnya.

Tak hanya menyasar bantuan langsung, Bulan Dana PMI juga menopang pembinaan generasi muda melalui Palang Merah Remaja atau PMR.

“Kami juga melakukan pembinaan relawan muda, terutama pembinaan karakter kemanusiaan bagi anggota Palang Merah Remaja di sekolah-sekolah se-Kabupaten Batang,” ungkapnya.