www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,27 Agustus 2026-Harapan warga untuk melihat ruas Jalan Kunduran-Ngawen, Kabupaten Blora, segera diperbaiki secara menyeluruh tahun 2026 ini kembali pupus.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) merevisi alokasi anggaran penanganan jalan tersebut yang sebelumnya direncanakan mencapai Rp14,7 miliar, kini hanya menjadi Rp2 miliar.
Pemangkasan anggaran itu membuat warga kecewa. Pasalnya, ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Kunduran dan Ngawen tersebut selama ini mengalami kerusakan di banyak titik dan menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat.
Sebelumnya, ruas Jalan Kunduran-Ngawen telah masuk dalam program penanganan jalan Pemprov Jateng tahun 2026.
Dalam perencanaan awal, anggaran sebesar Rp14,7 miliar disiapkan untuk peningkatan jalan dengan konstruksi beton atau rigid pavement.
Namun, dalam revisi terbaru, anggaran tersebut dipangkas menjadi hanya Rp2 miliar.
Dengan anggaran tersebut, penanganan jalan yang dapat dilakukan juga sangat terbatas.
Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Purwodadi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jateng menyebut target penanganannya hanya mampu untuk memperbaiki sekitar 200 meter.
Staf Teknik BPJ Wilayah Purwodadi, Sumindar, mengatakan pihaknya memahami kondisi jalan Kunduran-Ngawen yang mengalami kerusakan cukup parah.
Pihaknya menyebut kerusakan terparah berada di ruas mulai wilayah Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen, hingga Desa Jagong, Kecamatan Kunduran.
“(Tahu tidak pak kalau ruas Kunduran-Ngawen, rusak parah?) Tahu, tahu. Kalau saya tahu dan itu kerusakan itu kan dimulai dari Trembulrejo sampai Jagong. Memang yang paling parah itu,” kata Sumindar, Kamis (27/8/2026).
Terkait revisi anggaran dari Rp14,7 miliar menjadi Rp2 miliar, Sumindar mengatakan pihaknya di tingkat balai belum mengetahui secara pasti alasan perubahan tersebut.
Menurutnya, dirinya hanya menerima keputusan mengenai perubahan alokasi anggaran karena kewenangan terkait kebijakan anggaran berada di tingkat atas.
“Kalau saya sebagai yang di balai, tentu mungkin kurang begitu paham, kita hanya yang di bawah, sehingga kita tidak bisa apa-apa.
Sebenarnya yang revisi itu kenapa kami belum tahu, atau belum bisa menyampaikan itu karena kan kita yang di bawah hanya tahunya ada perubahan seperti itu,” jelasnya.
Sumindar pun tidak menampik kondisi jalan Kunduran-Ngawen yang rusak dan menjadi keluhan masyarakat.
Sumindar berharap penanganan ruas jalan tersebut dapat kembali diusulkan agar memperoleh anggaran lebih besar pada tahun berikutnya.
“Mudah-mudahan nanti tahun depan bisa terealisasi,” katanya.
Sementara untuk anggaran Rp2 miliar yang tersedia tahun ini, penanganan hanya menyasar sekitar 200 meter.
Lokasi yang akan ditangani berada di sekitar di wilayah Desa Trembulrejo, dan wilayah Dukuh Pacing, Desa Klokah, Kecamatan Kunduran.
“Untuk targetnya itu cuma 200 meter,” ujarnya.
Saat ini, pekerjaan tersebut masih dalam proses lelang.
“Ini dalam proses lelang,” kata Sumindar.
Adapun penanganan di titik tersebut akan dilakukan dengan penggantian konstruksi beton.
