Tanggul dan Jalan 100 Meter di Tondomulyo Pati Ambles, Saluran Irigasi dan Situs Punden Rusak Parah

www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,24 Agustus 2026-Tanah ambles dan longsor melanda kawasan bantaran sungai di Dukuh Sampang, Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati.

Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur jalan, dinding penahan, fasilitas rumah pompa irigasi pertanian, hingga bangunan punden keramat desa.

Berdasarkan penuturan warga setempat, pergerakan tanah mulai terdeteksi sejak beberapa hari terakhir dan terus meluas secara bertahap tanpa menimbulkan suara gemuruh retakan yang mencolok.

Sukardi, warga Dukuh Sampang, menjelaskan bahwa penurunan tanah dipicu oleh debit air sungai yang surut drastis selama musim kemarau, sehingga kestabilan tanah tanggul di bantaran sungai menjadi goyah.

“Air sungai habis, jadi tidak ada keseimbangan tanah dan kondisinya tidak stabil. Awalnya retak sedikit demi sedikit, tetapi lama-lama semakin parah dan ambles seperti ini,” ujar Sukardi, Senin (24/8/2026).

Ia menambahkan bahwa longsoran kali ini merupakan peristiwa kedua kalinya.

Kerusakan paling fatal terjadi pada saluran pengairan yang menjadi tumpuan utama petani setempat untuk mengairi area persawahan.

Sukardi mengungkapkan bahwa dampak paling berat dirasakan oleh sektor pertanian karena pasokan air ke sawah kini tersendat total.

Padahal, para petani baru saja memasuki masa tanam sekitar 20 hari.

“Kami sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah agar lokasi ini segera diuruk dan dibangun kembali seperti semula. Kalau mengandalkan swadaya masyarakat jelas tidak mampu karena kerusakannya terlalu parah,” ungkap Sukardi.

Kondisi serupa dipaparkan oleh Warno, warga Dukuh Sampang lainnya. Menurutnya, amblesan tanah yang terjadi mencapai kedalaman lebih dari satu meter dengan panjang area terdampak sekitar 100 meter.

Selain fasilitas rumah pompa, amblesan turut merusak bangunan Punden Mbah Sati yang merupakan situs leluhur warga setempat.

Warno menyebutkan ada sekitar 150 kepala keluarga yang tinggal di area permukiman sekitar bantaran tersebut.

Warga kini diliputi rasa waswas apabila pergerakan tanah terus merembet mendekati permukiman mereka.

Pemerintah Kabupaten Pati bergerak cepat merespons musibah tanah ambles dan ancaman kekeringan yang melanda wilayahnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan pihaknya telah menerjunkan jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) ke lokasi guna mengkaji tingkat kerusakan serta menentukan langkah penanganan lanjutan.

Chandra menjelaskan bahwa pemantauan lapangan dilakukan secara berkala untuk memitigasi seluruh akar permasalahan dari pergerakan tanah yang terjadi.

“Sudah kami cek dengan PU. Pagi ini tadi PU juga sudah cek lokasi lagi. Nanti kita mitigasi semua masalahnya di mana. Kalau memang perlu ditangani, nanti kita akan anggarkan lewat BTT (Belanja Tak Terduga),” ujar Chandra saat memberikan keterangan.

Selain menangani dampak fisik dari tanah ambles, Pemkab Pati juga berupaya keras mengatasi keluhan petani terkait krisis pasokan air baku di aliran Sungai Silugonggo.

Menurut Chandra, Dinas Pertanian Kabupaten Pati telah membangun komunikasi intensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Jawa Tengah untuk mencari solusi ketersediaan air irigasi.

Mengenai total dampak dan kerugian materiil, Chandra menyebutkan pendataan menyeluruh masih terus berlangsung di lapangan.

Ia mengungkapkan bahwa kendala utama pasokan air saat ini dipengaruhi oleh penurunan volume air pada sumber penampungan utama di Waduk Kedung Ombo.

Chandra menambahkan bahwa posisi ketersediaan air di Bendungan Kedung Ombo memang sedang mengalami penyusutan.

Pihaknya kini telah menjalin koordinasi dan proses negosiasi dengan pengelola bendungan agar kebutuhan air bagi lahan pertanian warga tetap dapat terfasilitasi.