www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,13 September 2026-Kemarau panjang mulai berdampak pada produksi gabah di Kabupaten Kendal. Produksi yang menurun membuat harga gabah di tingkat petani terdorong naik.
Petani dari Kelurahan Jotang Kendal,
Ma’ruf Suharjo, menyebut harga gabah saat ini berada di kisaran Rp800 ribu per kuintal.
Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di sekitar Rp600 ribu per kuintal.
“Kalau sekarang sekitar Rp800 ribu. Tahun kemarin sekitar Rp600 ribu,” kata Ma’ruf di sela pembagian bantuan beras, Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, kenaikan harga tersebut salah satunya dipengaruhi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang. Meski demikian, musim kemarau juga membuat masa panen petani baru mulai berlangsung.
Ma’ruf yang menggarap sawah beberapa petak menyebut, dalam kondisi normal, petani biasanya dapat melakukan panen hingga dua kali dalam setahun.
“Biasanya dua kali,” ujarnya.
Ia menilai hasil panen tahun ini cukup bagus meski kondisi kemarau berlangsung panjang. Saat ini, tanaman padinya belum sepenuhnya siap dipanen dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua pekan lagi.
“Kalau menurut saya sekitar setengah bulan lagi,” katanya.
Ma’ruf berharap harga gabah tetap berada pada level yang menguntungkan petani ketika memasuki masa panen.
Sementara untuk harga beras, menurutnya saat ini di kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram.
“Saya rasa untuk harga beras belum mengalami kenaikan ya, masih di harga segitu,” tuturnya.
Adapun Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, kenaikan harga gabah terjadi karena produksi gabah yang relatif sedikit di tengah kondisi kemarau.
Meski produksi menurun, kualitas gabah disebut justru mengalami peningkatan harga hingga mencapai Rp8.100-Rp8.200 per kilogram. Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding harga gabah di tahun sebelumnya.
“Ada kenaikan harga karena produksinya sedikit, tetapi secara kualitas meningkat,” kata Pandu.
Pandu pun tak khawatir meski terjadi penurunan hasil panen. Dia menambahkan, kondisi stok beras di Kabupaten Kendal dipastikan masih aman.
Menurutnya, ketersediaan pangan masih mencukupi karena hasil panen musim penghujan sebelumnya masih menjadi penopang stok.
Bahkan, Pandu menerangkan secara perhitungan produksi pangan di Kendal masih mengalami surplus.
“Kalau stok beras aman, cukup. Kita panen musim kemarau kemarin masih bisa. Secara hitung-hitungan kita selalu surplus, sekitar 25 sampai 30 persen,” jelasnya.
Pandu menambahkan, Pemkab Kendal akan menyiapkan langkah intervensi apabila harga beras di sejumlah wilayah mengalami kenaikan cukup signifikan.
Saat ini, Pemkab Kendal tengah menggencarkan pemberian bantuan pangan, yang menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga harga di tingkat pasar. Selain itu, operasi pasar dan pasar murah dapat digelar jika kondisi harga membutuhkan intervensi.
“Kalau nanti kita butuhkan intervensi berupa operasi pasar di wilayah yang mengalami kenaikan cukup signifikan, akan kita intervensi dengan operasi pasar atau pasar murah,” tandasnya.
