www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,16 September 2026-Musim kemarau yang sedang berlangsung membuat kondisi lingkungan di sejumlah wilayah menjadi lebih kering sehingga material seperti rumput, semak, jerami, dan tanaman kering lebih mudah terbakar.
Kondisi tersebut meningkatkan potensi kebakaran di sekitar jalur kereta api yang dapat memengaruhi aspek keselamatan perjalanan kereta api.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mengimbau masyarakat di wilayah Cepu untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran di sekitar jalur kereta api.
Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran yang dapat meluas maupun menimbulkan asap di sekitar jalur KA.
Imbauan tersebut disampaikan setelah terjadi kebakaran pada Minggu (6/9/2026) di sekitar KM 83+500 hingga KM 84+100 petak jalan Kapuan–Cepu. Kebakaran terjadi pada area lahan tebu di sekitar jalur KA.
Petugas KAI segera berkoordinasi dengan unsur kewilayahan dan Damkar Kota Cepu untuk melakukan penanganan. Setelah dilakukan penanganan bersama, api berhasil dipadamkan. Dalam kejadian tersebut, perjalanan KA tidak mengalami gangguan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa kondisi lahan yang lebih kering selama musim kemarau perlu menjadi perhatian bersama, terutama pada wilayah yang memiliki area pertanian maupun lahan terbuka di sekitar jalur kereta api.
“Saat musim kemarau, rumput, semak, jerami, tanaman kering, dan material mudah terbakar lainnya lebih mudah terbakar.”
“Kami mengimbau masyarakat di wilayah Cepu untuk tidak melakukan pembakaran di sekitar jalur KA. Api dapat merambat dengan cepat, sementara asap yang ditimbulkan berpotensi mengurangi jarak pandang masinis dan mengganggu aspek keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Luqman, Rabu (16/9/2026).
Luqman menambahkan bahwa KAI Daop 4 Semarang terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jalur dan lingkungan sekitar serta berkoordinasi dengan unsur kewilayahan dan pemadam kebakaran apabila terdapat potensi kebakaran di sekitar jalur KA.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan di sekitar jalur KA. Apabila melihat titik api atau kepulan asap yang berpotensi mendekati jalur, segera laporkan kepada petugas KAI atau pihak berwenang agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” tambah Luqman.
KAI Daop 4 Semarang juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah, jerami, rumput kering, maupun sisa hasil pertanian di sekitar jalur KA.
Selain berpotensi meluas, kebakaran dan asap di sekitar jalur dapat mengganggu lingkungan serta berpotensi memengaruhi keselamatan perjalanan kereta api.
KAI mengajak masyarakat di wilayah Cepu untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran di sekitar jalur KA selama musim kemarau.
“Dengan tidak melakukan pembakaran dan segera melaporkan potensi kebakaran, masyarakat turut mendukung upaya KAI dalam menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api,” paparnya.
