www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,7 Oktober 2026-Pemerintah Kabupaten Klaten melalui BPBD telah menyalurkan 5,18 juta liter air bersih untuk membantu warga terdampak kekeringan sejak 15 Juni hingga 5 Oktober 2026.
Jutaan liter air tersebut didistribusikan menggunakan 1.036 tangki yang bersumber dari APBD Pemkab Klaten.
Bantuan menjangkau wilayah Kemalang, Cawas, Jatinom, Wedi, Bayat, hingga Karangdowo.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna mengatakan dampak kekeringan tahun ini semakin meluas.
Bahkan, wilayah Karangdowo kini ikut membutuhkan pasokan air bersih.
“(Dampak kekeringan musim kemarau) meluas. Kalau ini sampai 15 desa, termasuk Karangdowo juga masuk sekarang,” kata Syahruna, Selasa (6/10/2026).
Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Klaten, distribusi terbesar melalui APBD berada di Kecamatan Kemalang.
Empat desa di wilayah lereng Gunung Merapi tersebut telah menerima 858 tangki air bersih.
Rinciannya, Desa Kendalsari mendapatkan 139 tangki, Tegalmulyo 249 tangki, Tlogowatu 230 tangki, dan Sidorejo sebanyak 240 tangki.
Distribusi juga dilakukan di Desa Bawak dan Burikan, Kecamatan Cawas; Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom; serta Desa Kaligayam, Kecamatan Wedi.
Sementara di Kecamatan Bayat, bantuan menyasar Desa Wiro, Jotangan, Krikilan, Dukuh, dan Krakitan.
Perluasan dampak kekeringan terlihat dengan masuknya Desa Tumpukan, Kecamatan Karangdowo, dalam daftar penerima bantuan.
Pada Senin (5/10/2026), Pemkab Klaten kembali menyalurkan air ke Desa Krakitan dan Wiro di Bayat serta Desa Tumpukan di Karangdowo.
Pada hari yang sama, bantuan CSR juga disalurkan ke Desa Sidorejo, Kemalang. Total distribusi hari itu mencapai sembilan tangki atau 45.000 liter untuk 474 KK atau 1.495 jiwa.
Selain menggunakan APBD, penanganan kekeringan diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga, perusahaan, aparat, hingga komunitas.
Dukungan antara lain datang dari BBWS Bengawan Solo, NGO Tanah Air Lestari, Polresta Klaten, Tempo Scan, karyawan BPBD Klaten, Komunitas Scooter Klaten, Bidpropam Polda Jateng, Solusi Konsultan Perizinan Indonesia, serta Shine Together.
Jika bantuan pemerintah dan berbagai CSR tersebut digabungkan, distribusi air bersih di Klaten telah mencapai 1.099 tangki atau 5.518.000 liter.
BPBD mencatat distribusi tersebut memberikan manfaat kepada 5.137 KK atau 17.129 jiwa.
Kemarau Diprediksi sampai November
Besarnya kebutuhan air bersih masih berpotensi bertambah. Syahruna mengatakan musim kemarau di Klaten diperkirakan berlangsung hingga November 2026.
Hujan yang beberapa kali mengguyur sejumlah wilayah Klaten juga belum menunjukkan masuknya periode puncak musim hujan.
“Hujan ringan, masih hujan ringan. Intensitas ringan kalau (puncak hujan) standarnya di Januari-Februari Hujan sedang hingga deras,” ujarnya.
Syahruna juga menyoroti kondisi musim berikutnya. Curah hujan diprediksi sedikit, sementara ketersediaan air di bawah tanah juga terbatas.
“Curah hujan musim depan diprediksi sedikit dan stok air di bawah tanah juga sedikit sehingga juga seperti ini lagi (dampak kekeringan), perkiraan lebih langka airnya,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, BPBD meminta masyarakat mulai mengendalikan pemakaian air meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah.
“Hemat, hemat energi khususnya hemat penggunaan air,” pungkas Syahruna.
