www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,29 September 2026-Para pedagang Pasar Ngawen, Kabupaten Blora, masih harus bersabar untuk bisa kembali menempati bangunan pasar yang baru.
Hingga Senin (28/9/2026), para pedagang belum mendapatkan kepastian kapan bisa mulai menempati kios dan los di pasar tersebut.
Kepala Bidang Pasar Dindagkop UKM Blora, Fiqri Hidayat, mengatakan pemerintah daerah masih menunggu proses serah terima bangunan Pasar Ngawen dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Menunggu serah terima dari Kementerian PU,” kata Fiqri saat dikonfirmasi, Selasa (29/9/2026).
Setelah proses serah terima selesai, pemerintah daerah akan melakukan sejumlah tahapan sebelum pedagang diperbolehkan menempati bangunan pasar.
Salah satunya yakni sosialisasi kepada para pedagang terkait penempatan serta pembagian kios dan los.
Menurut Fiqri, sosialisasi tersebut diperlukan agar proses penempatan pedagang dapat berjalan tertib.
“Iya nanti akan dilakukan sosialisasi kepada para pedagang, terkait penempatan atau pembagian kios dan los, biar berjalan dengan tertib,” ujarnya.
Dengan demikian, pedagang belum dapat langsung menempati bangunan pasar meskipun sebelumnya Pasar Ngawen ditargetkan mulai bisa digunakan pada 27 September 2026.
Fiqri meminta para pedagang untuk bersabar menunggu proses serah terima bangunan tersebut.
Pemerintah daerah berharap setelah bangunan resmi diserahterimakan, para pedagang dapat segera kembali beraktivitas di pasar yang baru.
“Ya untuk para pedagang minta bersabar, kami berharap nanti setelah bangunan pasar yang baru diserahterimakan, pedagang bisa kembali berdagang di bangunan Pasar Ngawen yang baru dan berjualan dengan nyaman,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Ngawen, Ahmad Soleh, mengatakan para pedagang masih menunggu kepastian kapan dapat kembali menempati pasar baru.
Pasalnya, target penggunaan pasar pada 27 September 2026 telah terlewati, sementara pedagang mengaku belum menerima pemberitahuan resmi mengenai jadwal penempatan.
Soleh mengatakan dirinya mengetahui target 27 September tersebut dari pemberitaan media.
Para pedagang pun masih harus berjualan di lokasi relokasi setelah Pasar Ngawen terbakar pada Januari 2024.
Kondisi lokasi relokasi yang berada di pinggir jalan membuat pedagang berharap segera mendapatkan kepastian untuk kembali ke pasar yang baru.
“Harapannya dari teman-teman sih ya minta kepastiannya bisa menempati kapan,” katanya.
Dia juga menyebut para pedagang sudah merasa jenuh berjualan di lokasi sementara, terlebih dengan kondisi cuaca yang panas.
“Apalagi panas gini, pedagang sudah jenuh, berjualan di tempat relokasi yang enggak nyaman di pinggir jalan,” ujarnya.
