www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah, 7 Maret 2026-Kasus pelecehan seksual maupun ancaman kekerasan fisik rentan dialami oleh pekerja perempuan jalanan seperti driver ojek online (ojol) perempuan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen telah mendengarkan keluhan para pekerja informal tersebut saat acara ngabuburit bareng ojol, Jumat (6/3/2026).
Gus Yasin, sapaannya, lantas merencanakan bakal meluncurkan aplikasi perlindungan bagi para pengemudi ojol perempuan.
Perwakilan dari Komunitas Ojol Perempuan Semarang, Dewi menyambut baik terobosan sebagaimana Wagub Taj Yasin.
Sebab, pekerjaannya ini rentan terhadap perlakuan kekerasan baik fisik maupun seksual.
“Meskipun selama tujuh tahun saya tidak pernah mendapatkan kekerasan fisik, tapi pernah mengalami kekerasan seksual verbal,” katanya.
Ojek online perempuan, Umi menceritakan pengalaman menjadi ojek online. Hidup di aspal, lanjut dia, memaksanya menjumpai berbagai pengalaman tak mengenakan.
Pengalaman itu di antaranya ketika hendak dilecehkan oleh customernya. “Ada customer minta dicium,” terangnya.
Menurutnya, kejadian itu bermula ketika ada orderan makanan yang hendak diantar ke daerah Banyumanik, Kota Semarang.
Orderan tersebut sebesar Rp13 ribu, tetapi konsumennya membayar Rp50 ribu.
Sisa uang kembalian sebesar Rp37 ribu akan diberikan secara cuma-cuma oleh customer dengan syatat diberi ciuman.
“Yang pesan seorang pria agak tua. Saya tolak permintaan itu karena saya kerja ngojol untuk mencari nafkah yang halal tidak neko-neko,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Taj Yasin menjelaskan tujuannya membuat aplikasi perlindungan bagi driver ojol perempuan agar para srikandi ojol terlindungi dari perbuatan tidak menyenangkan saat menjalankan pekerjaannya.
Secara teknis nantinya aplikasi bakal memudahkan ojol perempuan ketika mendapatkan kekerasan cukup menekan tombol dalam aplikasi yang terhubung dengan RT terdekat.
“Rencana ini merupakan hasil mengobrol dengan srikandi ojol sehingga kami berencana melaunching program perlindungan menangani pelecehan dan kekerasan terhadap para srikandi ojol,” paparnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/3/2026).
Ia menyebu, rencana aplikasi ini tidak hanya digunakan di Kota Semarang melainkan di kota-kota yang lain di Jawa Tengah.
“Supaya para ojol perempuan di Jateng memiliki keamanan di jalan,” tuturnya.
