17 Santri Bawa Bakul Isi Sayuran dan Arak Miniatur Sapi saat Perayaan Tahun Baru Islam di Jepara

www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,16 Juni 2026-Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H/2026 M di Kabupaten Jepara dimeriahkan dengan gebyar kirab 1.200 santri yang dipusatkan di Alun-alun Jepara, Selasa (16/6/2026).

Kirab diikuti 52 lembaga pendidikan Islam, mulai dari TPQ, madrasah diniyyah, juga pondok pesantren yang ada di wilayah Kabupaten Jepara.

Semua peserta mengikuti kirab dengan kreasi kostum dan kreativitas yang ditanpilkan masing-masing.

Peserta kirab berjalan sejauh 5 kilometer dari Alun-alun Jepara mengelilingi wilayah perkotaan dan kembali finish di Alun-alun.

Dari 52 peserta kirab, rombongan dari Madrasah Diniyyah Taqmiliyah (MDT) Al Hidayah Demaan Jepara menyita perhatian.

17 santri MDT tidak mengenakan pakaian ala santri pada umumnya, seperti baju muslimah atau seragam lembaga pendidikan masing-masing.

Mereka justru memakai pakaian tradisional serba hitam dengan jarik corak cokelat yang melingkar di pinggang lengkap dengan caping layaknya petani tradisional.

Tak hanya itu, para santri juga membawa wakul berisikan hasil bumi seperti timun, kacang panjang, sawi, hingga gambas.

Dengan mendendangkan lagu-lagu Islami, mereka datang menjadi bagian dari peserta kirab Tahun Baru Islam.

Guru MDT Al Hidayah Demaan, Maryam Ni’matus Sa’diyah (34) mengatakan, tema petani dan peternak diangkat dengan menyikapi fenomena yang ada.

Pertama, wakul berisi sayuran hasil bumi yang dibawa 17 santrinya sebagai cara anak-anak madrasah diniyyah mengkampanyekan gerakan anak gemar makan sayur.

Mengingat fenomena yang terjadi saat ini, tak jarang anak justru tidak suka sayur, melainkan terpengaruh pada olahan masakan cepat saji dan instan.

Kedua, miniatur sapi yang diarak dimaksudkan sebagai ungkapan kepedulian lembaga pendidikan Islam terhadap kesiapan generasi penerus bangsa yang berdaya saing. Sehingga diperlukan kecukupan gizi lengkap, termasuk kebutuhan protein hewani dari daging sapi.

“Meskipun di Jepara banyak nelayan, tangkapan ikan laut juga banyak, jangan lupakan bahwa kita juga butuh protein nabati dan hewani. Pertanian dan peternakan Jepara harus lebih maju lagi dari yang sudah ada,” harap dia.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jepara, Akhsan Muhyiddin menyampaikan, kirab santri menyambut Tahun Baru Islam tahun kemarin digelar dengan menggunakan kendaraan. Sementara kirab dalam perayaan serupa tahun ini dilakukan dengan berjalan kaki menempuh rute 5 kilometer untuk mendekatkan santri dengan masyarakat.

Dengan berjalan kaki, diharapkan pula kreativitas masing-masing lembaga pendidikan Islam beserta santrinya dikenal dan dilihat para pejabat pemerintah kabupaten secara detail. Dengan harapan kepedulian kepala daerah kepada lembaga pendidikan Islam di Jepara ke depannya lebih diperhatikan.

“Ada 52 lembaga pendidikan yang ikut meramaikan, mulai dari TPQ, Madin, juga pondok pesantren. Masing-masing lembaga mengirimkan sekitar 20-an santri. Total peserta ada sekitar 1.200-an,” terangnya.

Akhsan menegaskan bahwa kirab santri ini bagian dari mengaplikasikan visi misi bupati dan wakil bupati menjadikan Jepara yang religius.

Dia berharap bupati dan wakil bupati mendukung penuh kegiatan kirab santri yang digelar setiap menyambut Tahun Baru Islam. Dengan harapan kegiatan serupa bisa digelar lebih meriah lagi ke depannya.

Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar menyampaikan, kirab santri ini sebagai salah satu bentuk masyarakat menyemarakkan datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam.

Kirab digelar dengan menampilkan kreativitas peserta kirab, supaya seni kreatif yang dihasilkan masing-masing lembaga pendidikan Islam di Jepara bisa dikenalkan kepada masyarakat secara luas.

“Semoga kirab ini jadi keberkahan Kabupaten Jepara. Tahun kemarin kirab pakai kendaraan, tahun ini jalan kaki lebih dari 1.000 santri. Tahun depan kita adakan lebih meriahkan lagi,” tegas dia.