www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,1 Agustus 2026-Kondisi Rumah Susun (Rusun) Kaligawe di Kota Semarang yang disebut mulai mengalami kemiringan menjadi perhatian pemerintah daerah.
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang kini memprioritaskan usulan rehabilitasi Rusun Kaligawe dan Rusun Bandarharjo melalui APBD serta bantuan pemerintah pusat karena keduanya dinilai membutuhkan penanganan segera.
Pemerintah Kota Semarang tengah menyiapkan langkah perbaikan terhadap dua rumah susun yang usianya sudah cukup tua, yakni Rusun Kaligawe dan Rusun Bandarharjo.
Kedua bangunan tersebut masuk dalam daftar prioritas rehabilitasi karena kondisi fisiknya dinilai memerlukan penanganan yang lebih menyeluruh.
Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati, mengatakan pihaknya sedang menyiapkan dokumen perencanaan sebagai syarat pengajuan anggaran untuk perbaikan kedua rusun tersebut.
“Dua itu yang kita usulkan, yaitu Kaligawe sama Bandarharjo. Karena Kaligawe kan kondisinya sudah mulai miring.
Nah, kita lagi siapkan dokumen perencanaannya. Nanti mungkin harapannya di 2027/2028 bisa ada anggaran untuk perbaikan sana.
Tapi kami juga menempuh jalan lain. Kita mengajukan usulan ke Kementerian PKP,” kata Pipie, sapaan Murni Ediati.
Perbaikan Membutuhkan Anggaran Miliaran Rupiah
Menurut Pipie, rehabilitasi kedua rumah susun tidak cukup dilakukan melalui renovasi biasa.
Kondisi bangunan memerlukan pekerjaan perkuatan struktur sehingga kebutuhan anggarannya mencapai miliaran rupiah.
Ia menjelaskan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang masih terbatas untuk membiayai proyek rehabilitasi skala besar tersebut.
“Nah, karena itu anggarannya cukup besar. Itu kan harus dilakukan perkuatan, perbaikan di dalam dan anggarannya miliaran.
Nah, dengan kemampuan APBD yang ada, kita enggak pernah membangun rusun.
Karena rusun itu anggarannya selalu dari PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum/PU) dulu,” katanya.
Selama menunggu dukungan anggaran yang lebih besar, Disperkim masih melakukan perbaikan terbatas pada bagian-bagian bangunan yang dinilai mendesak agar tetap layak dihuni.
“Kalau perbaikan paling perbaikan-perbaikan unit-unit yang bocor-bocor saja. Cuman sedikit,” ucapnya.
Pekerjaan yang dilakukan saat ini difokuskan pada kerusakan ringan, terutama kebocoran di sejumlah unit hunian agar tidak mengganggu kenyamanan penghuni.
“Kecil-kecil paling ya bocor karena kan penghuni diharapkan dia menghuni harus dengan kondisi layak.
Kalau misalnya bocor ya mungkin enggak bisa bayar kan sebenarnya. Kita mencoba untuk itu dulu yang penanganan prioritas itu dulu.
Tapi kondisi perbaikan secara keseluruhan itu kita lakukan bertahap, karena nanti ke anggaran yang besar,” terangnya.
Pemkot Ajukan Bantuan ke Pemerintah Pusat
Selain mengusulkan pembiayaan melalui APBD, Disperkim Kota Semarang juga mengajukan permohonan dukungan kepada pemerintah pusat agar proses rehabilitasi dapat direalisasikan lebih cepat.
Langkah tersebut dilakukan karena kondisi Rusun Kaligawe dan Rusun Bandarharjo dinilai sudah mendesak untuk mendapatkan penanganan menyeluruh demi menjaga keamanan dan kenyamanan para penghuni.
“Nah, kita coba untuk langkah-langkah selain APBD, kita coba untuk ke Kementerian PU untuk bantu terkait dengan perbaikan rusun karena sudah sangat mendesak ini yang dua rusun ini Kaligawe sama Bandarharjo,” imbuhnya.
Pemerintah Kota Semarang berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat mempercepat pelaksanaan rehabilitasi sehingga kedua rumah susun tetap dapat memberikan hunian yang aman dan layak bagi masyarakat.
