www.Seputar Usaha.com.ǁSurabaya,15 Juni 2026-Di tengah pertumbuhan sektor industri nasional yang semakin kompetitif dan terintegrasi dengan pasar global, kualitas bahan baku menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah industri dalam menghasilkan produk yang unggul, berdaya saing, dan memenuhi standar internasional. Kesadaran akan pentingnya aspek tersebut terus diperkuat oleh berbagai pelaku industri, termasuk PT. Sumatraco Langgeng Makmur, perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan pengolahan garam yang berlokasi di Surabaya.
Sebagai salah satu perusahaan yang telah berpengalaman dalam industri pengolahan garam, PT. Sumatraco Langgeng Makmur menempatkan kualitas bahan baku sebagai fondasi utama dalam setiap proses produksi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap produk yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri, baik di dalam negeri maupun pasar ekspor yang semakin menuntut standar mutu tinggi.
Direktur PT. Sumatraco Langgeng Makmur, Nurhadi Wiyono, mengatakan bahwa perkembangan industri nasional saat ini tidak lagi hanya mengandalkan kapasitas produksi semata, melainkan juga ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam menjaga konsistensi kualitas dari hulu hingga hilir.
“Ketika industri nasional bergerak semakin maju, kualitas bahan baku menjadi faktor yang tidak bisa ditawar. Produk berkualitas hanya dapat dihasilkan dari bahan baku yang berkualitas pula. Oleh karena itu, kami terus memperkuat sistem pengendalian mutu mulai dari proses pengadaan bahan baku hingga produk akhir,” ujar Nurhadi Wiyono.
Menurutnya, kebutuhan industri modern saat ini semakin spesifik. Berbagai sektor seperti industri makanan dan minuman, farmasi, perikanan, peternakan, kimia, hingga manufaktur membutuhkan pasokan garam dengan spesifikasi tertentu yang harus dipenuhi secara konsisten. Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk terus melakukan investasi pada teknologi pengolahan dan sistem pengawasan kualitas yang lebih baik.
PT.Sumatraco Langgeng Makmur telah menerapkan berbagai tahapan pengujian kualitas dalam proses produksinya. Mulai dari pemeriksaan kadar NaCl, tingkat kelembapan, warna, ukuran kristal, hingga parameter teknis lainnya dilakukan secara berkala guna memastikan produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Selain itu, perusahaan juga terus menjalin kemitraan dengan pemasok bahan baku yang memiliki komitmen serupa terhadap kualitas. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan rantai pasok sekaligus memastikan stabilitas mutu produk di tengah dinamika industri yang terus berkembang.
Perkembangan sektor industri nasional dalam beberapa tahun terakhir juga membuka peluang baru bagi perusahaan untuk memperluas pasar. Tingginya kebutuhan garam berkualitas untuk berbagai sektor industri menjadi peluang strategis yang terus dimanfaatkan PT. Sumatraco Langgeng Makmur melalui peningkatan kapasitas produksi dan penguatan sistem manajemen mutu.
Tidak hanya fokus pada pasar domestik, perusahaan juga tengah mempersiapkan langkah besar dalam pengembangan pasar internasional. Salah satu agenda strategis yang saat ini sedang dipersiapkan adalah rencana ekspansi ke pasar Jerman, khususnya wilayah Frankfurt, yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan industri terbesar di Eropa.
Rencana ekspansi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkenalkan produk garam olahan Indonesia ke pasar yang memiliki standar kualitas sangat tinggi. Pasar Eropa, khususnya Jerman, dikenal menerapkan berbagai regulasi dan persyaratan mutu yang ketat terhadap produk impor. Oleh karena itu, perusahaan memandang langkah ini sebagai tantangan sekaligus peluang untuk membuktikan daya saing industri pengolahan garam nasional.
Nurhadi Wiyono menjelaskan bahwa persiapan menuju pasar Eropa tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga mencakup penyesuaian terhadap standar internasional, penguatan sistem dokumentasi mutu, peningkatan efisiensi proses produksi, serta pengembangan sumber daya manusia.
“Kami melihat Jerman, khususnya Frankfurt, sebagai gerbang strategis untuk memperluas akses ke pasar Eropa. Persiapan yang kami lakukan tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume produksi, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan kepatuhan terhadap standar internasional yang berlaku,” ungkapnya.
Langkah ekspansi tersebut juga sejalan dengan visi perusahaan untuk mendukung peningkatan nilai tambah komoditas garam nasional. Selama ini, garam tidak hanya dipandang sebagai komoditas dasar, tetapi juga sebagai bahan baku penting yang memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai sektor industri.
Di tengah persaingan global yang semakin ketat, kemampuan menjaga kualitas secara konsisten menjadi salah satu faktor pembeda yang menentukan keberhasilan perusahaan dalam memenangkan kepercayaan pelanggan. Oleh karena itu, PT. Sumatraco Langgeng Makmur terus menempatkan kualitas sebagai budaya kerja yang diterapkan di seluruh lini organisasi.
Penguatan sistem mutu juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program peningkatan daya saing industri nasional. Dengan menghasilkan produk yang memenuhi standar tinggi, perusahaan berharap dapat berkontribusi terhadap pengurangan ketergantungan impor sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil garam yang mampu bersaing di pasar global.
PT.Sumatraco Langgeng Makmur optimistis bahwa peluang pertumbuhan industri pengolahan garam masih terbuka sangat luas. Dengan dukungan teknologi, sumber daya manusia yang kompeten, serta komitmen terhadap kualitas bahan baku dan produk akhir, perusahaan meyakini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri nasional.
Melalui strategi penguatan kualitas, inovasi berkelanjutan, dan ekspansi pasar internasional menuju Frankfurt, Jerman, PT. Sumatraco Langgeng Makmur menunjukkan bahwa industri pengolahan garam Indonesia memiliki potensi besar untuk tampil sebagai pemain yang diperhitungkan di tingkat global. Di era industri modern saat ini, kualitas bahan baku bukan lagi sekadar kebutuhan operasional, melainkan menjadi kunci utama dalam membangun keunggulan kompetitif dan keberlanjutan usaha jangka panjang.
