Kronologi Keributan Jalan Pahlawan Semarang Terungkap, Meski Demikian 1 Teka-teki Belum Terjawab

www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,3 September 2026-Kronologi keributan yang terjadi di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, pada Minggu (30/8/2026) dini hari lalu, akhirnya terungkap.

Meski demikian masih ada potongan teka-teki yang kini diselidiki polisi.

Teka-teki tersebut baru bisa terpecahkan jika tiga pelaku yang masih buron ditangkap.

Untuk sementara, polisi baru menangkap satu orang yang juga terlibat dalam keributan dan pengeroyokan.

Dari hasil penelusuran polisi, ternyata keributan di Jalan Pahlawan tersebut menyimpan rangkaian kejadian yang lebih panjang.

Dari pemberitaan sebelumnya, seorang pemuda dikeroyok hingga terluka dan seorang perempuan berusaha melindunginya.

Namun dari penyelidikan polisi, terungkap adanya penggunaan airsoft gun, siraman minyak sayur panas, hingga sosok tukang parkir dalam insiden tersebut.

Polisi juga telah mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam kekerasan setelah keributan awal terjadi.

Pelaku berinisial RJP (31), warga Kelurahan Karangturi, Kota Semarang, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir.

Kronologi Kejadian

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang, AKP Dwi Yudi Setiawan, mengatakan bahwa peristiwa bermula ketika korban mengendarai motor bersama seorang teman perempuannya.

Keduanya melintas dari arah depan SMK Negeri 4 Semarang.

Di tengah perjalanan, korban tiba-tiba diteriaki oleh tiga orang yang mengendarai dua sepeda motor.

Ketiga orang tersebut meminta korban berhenti.

Korban sempat mengabaikan teriakan itu.

Namun, dia akhirnya menghentikan motornya di depan Gedung Pramuka, Jalan Pahlawan, Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan.

Di lokasi tersebut, terjadi cekcok.

Perselisihan kemudian berubah menjadi kekerasan.

Korban dikeroyok oleh tiga orang tersebut hingga luka.

Adegan tersebut kemudian terekam dalam video dan tersebar di internet.

Dalam rekaman yang beredar sebelumnya, terlihat kerumunan warga memenuhi kawasan tersebut.

Beberapa orang tampak saling memukul, sementara sebagian lainnya berusaha melerai.

Seorang perempuan yang bersama korban bahkan terlihat berusaha melindungi pria tersebut.

Di tengah situasi yang semakin kacau, muncul dugaan adanya minyak goreng panas yang hendak digunakan untuk menyerang korban.

Fakta mengenai minyak panas itu kini terungkap lebih jelas setelah polisi melakukan penyelidikan.

Menurut AKP Dwi Yudi, setelah tiga orang yang mengeroyok korban melarikan diri, seorang tukang parkir di sekitar lokasi justru datang dan ikut melakukan kekerasan.

Pria tersebut diduga sedang dalam pengaruh minuman keras.

Dia kemudian menodongkan airsoft gun ke arah korban.

Tak berhenti di situ, senjata tersebut juga ditembakkan.

“Awalnya korban diteriaki oleh tiga orang yang mengendarai dua motor.

Korban kemudian berhenti di depan Gedung Pramuka dan terjadi cekcok hingga pengeroyokan.

Setelah tiga orang tersebut melarikan diri, salah satu tukang parkir yang berada di lokasi datang dan melakukan tindakan kekerasan terhadap korban menggunakan airsoft gun,” kata AKP Dwi Yudi, Rabu (2/9/2026).

Korban yang sudah dalam posisi diserang kemudian berusaha dilindungi oleh teman perempuannya.

Perempuan itu mendekap korban.

Namun, upaya perlindungan itu justru membuat dirinya ikut menjadi korban.

RJP diduga menyiramkan minyak sayur panas ke arah korban.

Siraman itu meleset dan mengenai tubuh teman perempuan korban.

Akibatnya, perempuan tersebut mengalami luka bakar.

Sementara korban laki-laki mengalami sejumlah luka setelah sebelumnya dikeroyok dan ditembak menggunakan airsoft gun.

Polisi mencatat korban mengalami luka pada bagian bibir akibat pemukulan.

Dia juga mengalami luka pada paha dan leher akibat tembakan airsoft gun.

Bagian tubuh yang terkena tembakan mengalami kemerahan.

“Pelaku yang kami amankan mengakui telah melakukan pemukulan dan menembakkan airsoft gun kepada korban.

Pelaku juga mengakui menyiramkan minyak sayur yang mengenai teman perempuan korban,” imbuh AKP Yudi.

RJP kemudian diamankan bersama sejumlah barang bukti.

Di antaranya satu unit airsoft gun berwarna hitam merek Pietro Beretta dan empat butir peluru gotri airsoft gun.

Polisi juga menyita satu tas selempang hitam, topi hitam, kartu anggota Perbakin Jaguar Shooting Club, surat keterangan keanggotaan Perbakin Jaguar Shooting Club, serta kartu berobat dari RS Roemani Muhammadiyah.

Namun, penyelidikan polisi belum berhenti pada satu orang.

Terdapat bagian lain dari keributan tersebut yang masih menjadi teka-teki.

Tiga orang yang disebut sebagai pihak pertama yang menghentikan dan mengeroyok korban hingga kini masih dalam pencarian.

Yang menarik, polisi memastikan tidak ada hubungan sebelumnya antara korban dengan para pelaku.

Korban disebut tidak mengenal tiga orang yang melakukan pengeroyokan.

Begitu pula Rjp disebut tidak mengenal ketiga orang tersebut.

“Untuk tiga pelaku yang melakukan pengeroyokan, sampai saat ini masih kami lakukan pencarian.

Dari hasil investigasi dan penyelidikan di lapangan serta keterangan korban, diketahui korban tidak mengenal ketiga pelaku tersebut. Begitu juga antara pelaku yang sudah diamankan dengan ketiga orang tersebut tidak saling mengenal,” kata AKP Dwi Yudi.

3 Pelaku Lainnya Diburu

Kasus tersebut kini ditangani Satreskrim Polrestabes Semarang bersama Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Tengah.

RJP telah diamankan pada hari yang sama setelah kejadian.

Sementara tiga orang lainnya masih diburu.

Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap identitas ketiganya sekaligus memastikan secara utuh rangkaian dan motif keributan itu.

“Kami masih melakukan pencarian terhadap tiga pelaku lainnya.

Kami mengimbau kepada mereka agar segera menyerahkan diri dan tidak mengulangi perbuatan yang dapat merugikan orang lain,” tegas AKP Dwi Yudi.

Polisi juga meminta masyarakat yang mengetahui identitas maupun keberadaan ketiga pelaku untuk memberikan informasi kepada kepolisian.