www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,21 September 2026-Bus sekolah bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora ditargetkan mulai beroperasi pada awal November 2026.
Sebelumnya, satu unit bus sekolah tersebut masih belum dioperasikan meski telah diterima Pemkab Blora sejak Desember 2025.
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinrumkimhub Blora, Sunyoto, mengatakan saat ini sejumlah proses administrasi kendaraan sedang diselesaikan.
“Beroperasi awal bulan November,” kata Sunyoto, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, bus tersebut saat diserahkan kepada Pemkab Blora masih dalam kondisi off the road.
Karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan perubahan faktur pajak yang sebelumnya tercatat atas nama kementerian menjadi atas nama Pemkab Blora.
Selain itu, diperlukan penganggaran untuk proses penomoran kendaraan dan balik nama.
Sunyoto memastikan anggaran untuk proses tersebut telah disiapkan melalui anggaran perubahan.
“Sudah, Mas. Di perubahan, acc,” ujarnya.
Setelah proses administrasi dan kelengkapan kendaraan selesai, bus tersebut akan digunakan untuk melayani transportasi pelajar.
Sunyoto menjelaskan rute bus sekolah tersebut telah melalui uji coba bersama sejumlah pihak terkait, di antaranya Satlantas, Organda, dan Jasa Raharja.
Titik awal atau titik nol rute berada di lampu merah Gagaan, Kecamatan Kunduran.
Dari titik tersebut, bus akan melayani pemberhentian di masing-masing sekolah hingga menuju wilayah perempatan Biandono.
Selanjutnya bus bergerak ke arah utara menuju pertigaan Ringin Kembar, kemudian menuju SMAN 1 sebelum kembali ke kantor.
Rute tersebut akan digunakan untuk mengangkut pelajar pada pagi hari saat berangkat sekolah.
Sementara untuk perjalanan pulang, bus akan mengambil penumpang dari SMAN 1 melalui Jalan Gatot Subroto dan kembali menuju Gagaan.
“Untuk berangkat pagi, dari Gagaan sampai Biandono ke utara, pertigaan Ringin Kembar, SMAN 1, kemudian kembali ke kantor. Untuk pulangnya, mengambil penumpang dari SMAN 1, Jalan Gatot Subroto, sampai Gagaan lagi,” jelasnya.
Dengan adanya layanan tersebut, Pemkab Blora berharap bus sekolah dapat membantu menyediakan alternatif transportasi bagi pelajar, khususnya pada jam berangkat dan pulang sekolah.
Sebelumnya, Dinrumkimhub Blora menyebut satu unit bus belum cukup untuk memenuhi kebutuhan transportasi pelajar di wilayah Kabupaten Blora.
Setidaknya dibutuhkan lima armada agar layanan dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan peserta didik.
