www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,19 Juli 2026-Keberanian seorang resepsionis Hotel Podomoro di Dukuh Cekelan, Desa Penundan, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, menjadi kunci gagalnya aksi penodongan yang dilakukan dua pria pada Kamis (16/7/2026) dini hari. Meski diancam menggunakan benda yang diduga senjata api, korban memilih melawan hingga pelaku panik dan melarikan diri.Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.53 WIB itu kini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polresta Batang. Polisi memburu dua pria yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.Di balik rekaman CCTV yang viral, tersimpan kisah menegangkan yang dialami para petugas hotel malam itu. Fahrur Rozi (40), satu di antara seorang penjaga hotel, mengaku sama sekali tidak menaruh curiga ketika dua pria datang ke hotel.Menurutnya, situasi saat itu terlihat seperti tamu pada umumnya yang hendak mencari kamar.”Awalnya kejadian itu sekitar jam 01.30-an. Saya enggak curiga sama sekali. Saya kira ada orang mau check-in, tanya harga kamar. Saya enggak tahu kalau ternyata mau berbuat kejahatan,” kata Fahrur, Minggu (19/7/2026). Saat sedang berada di bagian belakang hotel, tiba-tiba ia mendengar suara keributan dari arah resepsionis.”Saya dengar teriakan ramai-ramai dari depan. Langsung saya ikuti suara itu dari belakang,” ucapnya. Sesampainya di lobi, pelaku diketahui sudah kabur. Di lokasi sempat terjadi cekcok antara pelaku dan resepsionis yang menjadi sasaran penodongan.Fahrur mengatakan, rekannya memilih mempertahankan diri sehingga aksi pelaku gagal total.”Sempat ada cekcok. Kami cuma ingin mempertahankan yang ada di sini. Alhamdulillah enggak ada kerugian apa pun,” ungkapnya.Dia mengungkapkan, saat kejadian hanya ada dua petugas yang berjaga di hotel. Seorang bertugas di resepsionis, sementara dirinya berada di bagian belakang bangunan.Kedua pelaku sempat masuk ke area hotel. Satu di antaranya mendekati resepsionis, sedangkan rekannya berada di sekitar pintu masuk sebelum akhirnya kabur bersama menggunakan sepeda motor.Fahrur juga mengaku tidak melihat jelas senjata yang dibawa pelaku. Namun rekannya sempat ditodong menggunakan benda yang menyerupai senjata api.”Kalau saya enggak lihat jelas, tapi Mas Belian ditodongkan senjata api itu,” tuturnya. Dia juga menilai gerak-gerik pelaku terlihat tidak normal.”Jalannya kayak sempat sempoyongan. Kayaknya terpengaruh juga sih, mungkin itu yang bikin dia berani,” ujarnya.Sementara itu, Kapolsek Limpung AKP Andi Fajar membenarkan adanya dugaan tindak pidana tersebut. Menurutnya, pelaku datang dengan modus berpura-pura menjadi calon tamu hotel.”Pelaku mendatangi korban yang sedang berjaga di hotel dengan berpura-pura menanyakan harga kamar. Setelah dijelaskan, pelaku mendekati korban kemudian menodongkan senjata api mainan. Korban melakukan perlawanan sehingga pelaku melarikan diri,” ucap AKP Andi Fajar.Usai menerima laporan, polisi langsung mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta mengumpulkan barang bukti, termasuk rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi kedua pelaku.”CCTV pasti kita periksa. Saat ini kasus masih dalam penyelidikan,” ucapnya. AKP Andi Fajar mengimbau masyarakat, terutama petugas yang bekerja pada malam hingga dini hari, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap orang-orang yang datang dengan gerak-gerik mencurigakan.”Apabila ada hal-hal yang tidak pas, apalagi pada malam atau dini hari, segera laporkan kepada pihak kepolisian. Kami akan segera mendatangi untuk menjaga keamanan bersama,” tegasnya.Hingga kini, Satreskrim Polresta Batang masih memburu kedua pelaku yang melarikan diri usai gagal menjalankan aksinya. Keberanian korban melakukan perlawanan membuat upaya penodongan tersebut berakhir tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.
