Satu Truk Miliki 16 QR Code, Timbun BBM Subsidi Gunakan Modus Helikopter di Jepara

www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,31 Mei 2026-Sebuah truk mencurigakan ditemukan petugas BPH Migas saat melakukan pengawasan di beberapa SPBU Kabupaten Jepara.

Petugas mendapati truk tersebut telah membeli BBM subsidi secara tidak wajar.

Dari hasil pemeriksaan, terdapat tangki berkapasitas sekira 1.000 liter di truk tersebut.

Saat ini petugas pun masih melakukan pendalaman atas temuan penimbunan BBM di Jepara tersebut.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Komisi XII DPR RI menemukan dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi saat melakukan pengawasan di Kabupaten Jepara.

Temuan ini menunjukkan masih adanya celah dalam distribusi BBM subsidi yang berpotensi merugikan masyarakat.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas mengungkapkan bahwa modus yang digunakan pelaku cukup kompleks, yakni dengan memodifikasi tangki kendaraan serta menggunakan pelat nomor polisi dan QR code berbeda.

“Truk ini membawa 16 QR code dan 18 nomor polisi kendaraan palsu.”

“BPH Migas terus melakukan pengawasan agar efektif, efisien, dan mementingkan BBM subsidi untuk masyarakat yang berhak, tepat sasaran, serta tepat manfaat bagi masyarakat Jepara,” kata Wahyudi seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (31/5/2026).

Wahyudi menjelaskan bahwa truk tersebut diduga beroperasi dengan pola yang disebut helikopter, yaitu masuk-keluar SPBU secara berulang untuk membeli BBM subsidi dalam jumlah besar.

Untuk menghindari deteksi sistem, pelaku menggunakan berbagai identitas kendaraan dan QR code yang berbeda-beda.

Dengan cara ini, transaksi yang dilakukan terlihat normal dalam sistem pengawasan.

“Transaksinya sekira pukul 12.55. Secara fisik kondisi truk kurang baik.”

“Dari tangki BBM truk terhubung selang untuk naik ke tangki atas. Dapat menampung BBM hingga 1.000 liter pembelian BBM subsidi,” ujar dia.

Modifikasi tangki tersebut memungkinkan kendaraan menampung BBM dalam jumlah besar yang jauh melebihi kapasitas normal.

Anggota Komite BPH Migas, Bambang Hermanto menyebutkan bahwa modus seperti ini tidak mudah terdeteksi hanya melalui pengamatan visual maupun rekaman kamera pengawas.

“Kalau kami melihat kasat mata dan dari kamera CCTV, tidak ada transaksi anomali (mencurigakan). Tetapi begitu dilakukan pengecekan ulang, di dalam truk ternyata ada tangki besar,” ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa pelaku memanfaatkan celah sistem dengan memanipulasi identitas kendaraan dan melakukan transaksi berulang dalam jumlah kecil yang tampak wajar.

Wahyudi menegaskan bahwa pengawasan distribusi BBM subsidi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi.

“Masyarakat jangan takut untuk melaporkan apabila menemukan jenis-jenis truk yang mengambil BBM subsidi dan disalahgunakan,” katanya.

Penyalahgunaan BBM subsidi berpotensi merugikan negara dan masyarakat.

BBM subsidi yang seharusnya dinikmati oleh masyarakat yang berhak justru dialihkan untuk kepentingan tertentu.

Anggota Komisi XII DPR RI, Jamaludin Malik menekankan pentingnya pengawasan mengingat besarnya anggaran subsidi energi yang disediakan pemerintah.

“Itu BBM subsidi akan kami awasi benar supaya tepat sasaran. Kami selalu mementingkan kepentingan rakyat dengan bukti bahwa harga BBM (subsidi) tidak dinaikkan, walaupun harga minyak dunia sudah naik semua,” katanya.

Kapolres Jepara, AKBP Hadi Kristanto menyatakan, pihaknya mendukung penuh upaya pengawasan yang dilakukan BPH Migas dan siap menindaklanjuti temuan tersebut.

“Komitmen kami menyampaikan bahwa tidak akan ada hal seperti ini di Jepara, penegakan hukum yang utama,” ujarnya.