www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,10 Agustus 2026-Senyum semringah terlihat dari wajah warga yang mendapat ayam petelur gratis dalam aksi peternak di Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026).
Bagi warga, seekor ayam gratis tersebut menjadi berkah tersendiri karena bisa dimanfaatkan sebagai lauk untuk makan bersama keluarga.
Salah satunya Latifah (34), warga Kecamatan Karanganyar. Ia mengaku, tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan seekor ayam petelur setelah memperoleh informasi pembagian ayam dari orang lain.
“Enggak, sebentar saja antrean,” kata Latifah kepada Tribunjateng.com, Senin (10/8/2026).
Latifah mengaku, senang mendapatkan ayam tersebut. Menurutnya, harga ayam petelur di pasaran saat ini berkisar Rp 50.000 hingga Rp 55.000 per ekor.
“Satu ekor bisa Rp 50.000, sampai Rp55.000,” ujarnya.
Ayam yang diterimanya pun, sudah memiliki rencana akan dimasak untuk hidangan keluarga. Latifah memilih mengolahnya menjadi opor.
“Senang. Rencana mau dibuat opor,” katanya.
Hal yang sama juga dikatakan, Saputri, warga Nyamok, Kecamatan Kajen, mengaku senang mendapat seekor ayam petelur.
Ia berencana memasaknya untuk hidangan keluarga.
“Senang, ini buat anak saya. Kalau beli di pasar biasanya satu ekor ayam petelur seperti ini Rp 50.000.”
“Kalau Lebaran Rp 90.000. Ini rencananya buat masak opor,” kata Saputri.
Hal serupa disampaikan Kayem, warga Tanjungsari, Kecamatan Kajen. Ia juga mendapat satu ekor ayam yang akan digunakan sebagai lauk makan bersama keluarganya.
“Saya dapat satu ekor ayam, ini mau saya masak opor ayam. Buat makan sekeluarga. Lumayan bisa menghemat lauk makan dalam satu hari,” ujarnya.
Kayem juga mengapresiasi, aksi peternak yang membagikan ayam di tengah harga telur yang masih rendah.
“Baik banget, harga telur masih anjlok, peternak malah bagi-bagi ayamnya ke warga. Semoga harga telur bisa stabil lagi, biar sama-sama bertahan,” katanya.
Sementara itu. Perwakilan Aliansi Peternak Ayam Petelur Kabupaten Pekalongan, Kus Budianto, mengatakan pembagian ayam tersebut merupakan bagian dari aksi peternak untuk menyampaikan kondisi usaha mereka yang tengah tertekan.
Sebanyak 500 ekor ayam petelur dibagikan kepada warga.
“Kami demo hari ini juga bagi-bagi 500 ayam. Artinya, dengan kondisi kami bagi-bagi ayam ini merupakan simbol bahwa peternak hari ini terjepit karena kami bagi-bagi ayam karena sudah tidak mampu kasih makan. Jadi dibagi-bagi,” kata Budi.
Menurut dia, pembagian ayam bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bentuk protes atas kondisi harga telur yang terus rendah sementara biaya pakan tetap tinggi.
“Ini simbol, bukan yang macam-macam. Harga telur turun memang, dan warga di sini menerima dengan gembira,” ujarnya.
Budi berharap pemerintah memperhatikan kondisi peternak ayam petelur yang saat ini kesulitan mempertahankan usaha.
“Pesan ke pemerintah, rakyat peternak ayam sedang sulit. Kenapa, dengan aksi bagi-bagi ayam ini? Karena kami tidak bisa kasih makan,” tutup Budi.
