www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,21 April 2026-Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Batang tahun ini berlangsung semarak, puluhan perempuan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang tampak anggun mengenakan kebaya saat mengikuti apel di halaman Pemkab Batang, Selasa (22/4/2026).
Nuansa budaya dan semangat emansipasi terasa kuat, mencerminkan perjuangan Raden Ajeng Kartini yang terus relevan hingga kini.
Dalam momen tersebut, istri Bupati Batang, Faelasufa, menyampaikan pesan bagi perempuan di daerahnya.
Dia menekankan pentingnya solidaritas dan keberanian dalam meraih mimpi.
“Untuk saling support satu sama lain, jangan menyerah, dan berani mengejar mimpi,” kata Faelasufa, Selasa (21/4/2026).
Faelasufa mengungkapkan bahwa peran perempuan di sektor pemerintahan sebenarnya sudah cukup besar.
Bahkan, jumlah aparatur sipil negara (ASN) perempuan di Batang mencapai 57 persen, lebih tinggi dibanding laki-laki yang 43 persen.
Namun, ia menyoroti fakta bahwa jumlah tersebut belum sebanding dengan keterwakilan perempuan di posisi strategis.
“Kalau dicek, yang jadi kepala OPD itu berapa banyak yang perempuan Ini masih menjadi tantangan,” ujarnya.
Kondisi serupa, lanjutnya, juga terjadi di dunia industri.
Berdasarkan data 2023, dari 200 perusahaan besar di Indonesia, hanya sekitar 4 persen posisi puncak yang diisi perempuan.
Tantangan Karier dan Pentingnya Support System
Menurut Faelasufa, salah satu hambatan utama perempuan untuk mencapai puncak karier adalah minimnya sistem pendukung atau support system, khususnya dalam pengasuhan anak.
Ia mencontohkan pentingnya akses terhadap layanan penitipan anak dan pendidikan usia dini yang terjangkau namun berkualitas.
Hal ini dinilai krusial agar perempuan bisa tetap berkarier tanpa mengabaikan peran keluarga.
“Tidak semua orang punya privilege untuk mendapatkan childcare yang berkualitas dan terjangkau. Ini yang perlu dipikirkan bersama,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas PAUD, termasuk kesejahteraan para guru.
Menurutnya, guru PAUD yang sejahtera akan lebih optimal dalam mendidik anak-anak, sehingga berdampak jangka panjang bagi kualitas generasi mendatang.
Pilihan Hidup Perempuan Harus Dihargai
Di sisi lain, Faelasufa menegaskan bahwa setiap perempuan berhak menentukan pilihan hidupnya, baik sebagai perempuan karier maupun ibu rumah tangga.
“Kalau itu pilihan mereka dan mereka happy menjalaninya, tidak apa-apa. Kita harus saling menghargai,” ujarnya.
Perempuan Pemimpin Punya Nilai Lebih
Dalam pandangannya, perempuan yang berhasil menembus posisi kepemimpinan umumnya memiliki kualitas yang sangat mumpuni.
Hal ini karena tantangan yang dihadapi perempuan cenderung lebih besar dibanding laki-laki.
“Perempuan yang jadi pemimpin biasanya sudah melewati filter yang sangat ketat. Mereka punya nilai empati yang kuat, itu yang penting,” ungkapnya.
Pembangunan Daerah Butuh Perempuan Berdaya
Faelasufa juga mengaitkan pemberdayaan perempuan dengan kemajuan ekonomi daerah.
Ia menyebut negara – negara dengan ekonomi besar umumnya memiliki tingkat partisipasi perempuan yang tinggi di dunia kerja.
Namun, ia mengingatkan bahwa tanpa dukungan sistem yang memadai, fenomena seperti penurunan angka kelahiran bisa terjadi, sebagaimana dialami sejumlah negara maju.
“Kalau kita ingin perempuan berdaya, kita juga harus siapkan support system-nya,” tegasnya.
Peringatan Hari Kartini di Batang kali ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi refleksi penting tentang posisi perempuan di tengah pembangunan.
Semangat kebaya yang dikenakan para peserta apel menjadi simbol bahwa perempuan Batang siap melangkah maju tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menembus batas di berbagai bidang kehidupan.
