www.Seputar Usaha.com.ǁJawa Tengah,26 Mei 2026-Animo berburu daging sapi di pasar tradisional Jepara justru meningkat H-1 Hari Raya Iduladha.
Padahal, harga jual daging sapi naik Rp 5.000 per kilogram.
Dari sebelumnya daging sapi biasa dijual Rp 130.000 per kilogram, kini dibandrol Rp 135.000 per kilogram.
Sedangkan daging sapi super dari sebelumnya Rp 140.000 per kilogram, kini dijual Rp 145.000 per kilogram.
Meski harga daging sapi naik, daya beli masyarakat terhadap daging sapi justru meningkat.
Maskuri, pedagang daging sapi di Pasar Jepara 1 kewalahan melayani banyaknya pembeli sejak pagi.
Bahkan dari dua kuintal lebih daging sapi yang dibawanya hari ini langsung ludes dalam tiga jam.
Biasanya, Maskuri berdagang daging sapi sejak pukul 08.00 WIB hingga sore hari baru habis.
Namun kali ini stok daging yang dibawanya sudah laku terjual semua sebelum waktu Duhur.
Sebagai pedagang, Maskuri senang bisa pulang lebih awal lantaran dagangannya habis lebih cepat.
Selanjutnya bersiap menyongsong malam takbir Hari Raya Iduladha dan berencana libur sehari merayakan Lebaran Kurban.
“Hari ini Alhamdulillah laku cepat. Memang tahun ini lebih ramai dan banyak yang cari (daging sapi) meski harganya naik sedikit. Setelah ini pulang dan besok istirahat sehari,” terangnya, Selasa (26/5/2026).
Di lapak Maskuri, pembeli tidak hanya memesan daging sapi kategori biasa, bahkan daging sapi super yang dijual Rp 145.000 per kilogram juga ludes.
Beberapa pembeli bahkan memesan dalam jumlah yang tidak sedikit meski harga naik.
Seperti Niti warga Bapangan, Kecamatan Jepara memborong delapan kilogram daging super bukan untuk jualan, namun dimasak untuk disantap bersama keluarga dan saudara-saudaranya.
Dia sebenarnya kurban sapi untuk satu keluarga pada momentum Hari Raya Iduladha tahun ini.
Namun, tetap membeli daging sapi untuk makan keluarga agar tidak berharap pada daging sapi yang telah dijadikan kurban.
“Kami inginnya yang namanya sudah niat kurban ya seluruhnya diberikan kepada orang yang membutuhkan. Karena itu saya beli daging sendiri untuk dimasak dan dimakan keluarga, juga prewang kurban besok,” ujarnya.
Niti sendiri mengakui bahwa momentum Lebaran Kurban tahun ini lebih ramai berburu sapi dibandingkan dengan kambing.
Karena itu terjadi tren kenaikan harga daging sapi di pasaran dari harga biasanya.
Dia pun sudah mencari di tempat-tempat potong hewan untuk menyiapkan kebutuhan daging, namun sudah kehabisan.
“Kalau di RPH sudah tidak dapat daging, pada kehabisan. Di RPH harganya Rp 135.000 per kilogram, kalau di pasar Rp 145.000 per kilogram. Wajar sih beda harga karena peminatnya juga ramai,” tuturnya.
